
JoSS, JAKARTA – Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja tutup usia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1) malam pukul 19.43 WIB.
Terlahir dengan nama Oei Ek Tjhong pada 1921 dari keluarga miskin di Quanzhou, Provinsi Fujian (Hokkian), Tiongkok itu kini masuk daftar orang terkaya ke tiga di Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber, pada usia 10 tahun, ibunya memboyong Eka migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan menyusul sang ayah yang sudah lebih dulu migrasi.
Sang ayah merupakan pedagang di Makassar dengan membuka toko. Eka mulai membantu keuangan keluarga dengan berjualan biskuit saat berusia 17 tahun.
Eka muda terus menggeluti bisnis, dari biskuit dia juga mulai berjualan kembang gula, terigu, semen, minyak kelapa sawit, dan komoditas lain.
Bahkan Eka juga sempat menjadi kontraktor pembuat kuburan untuk orang kaya di masa pendudukan Jepang.
Sekitar tahun 1950-an, Eka juga menjajal peruntungan dengan bisnis kopra. Eka pun mengalami banyak pasang surut dalam usaha. Bangkrut satu usaha, coba usaha lain.
Eka terus menggeluti dunia usaha dengan bendera perusahaan Sinar Mas. Dia kemudian mendirikan penyulingan minyak nabati dan kopra pertama Sinar Mas, yakni Pabrik Bitung Manado Oil Limited di Sulawesi Utara pada 1968.
Seiring perkembangannya, Sinar Mas mengakuisisi pabrik soda kimia, Tjiwi Kimia pada tahun 1972, yang kemudian menjadi pabrik kertas pertama Sinar Mas.
Tahun 1972 juga menandai dimulainya pilar bisnis Developer dan Real Estate, yang dikenal dengan PT Duta Pertiwi Tbk. Lalu 10 tahun kemudian, PT Internas Artha Leasing didirikan dan berkembang menjadi perusahaan jasa keuangan yang terintegrasi.
Pada tahun 1986, Sinar Mas Forestry mengelola hutan tanaman industrinya yang pertama. PT Dian Swastatika Sentosa juga didirikan pada tahun 1996 untuk memasok listrik ke fasilitas-fasilitas produksi Sinar Mas di pedalaman.
Baca juga: Pancaran Sinar Petromaks Milenial Siap Tayang
Pada tahun 2006, Sinar Mas juga merambah bisnis telekomunikasi ketika mendiri smartfren sebagai hasil merger dengan salah satu provider, Fren.
Kini secara umum Sinar Mas memiliki enam pilar bisnis. Yakni Sinar Mas Agro Resources and Technology, Sinarmas Energy and Mining, Duta Pertiwi Developer and Real Estate, Bank Sinar Mas Multiartha, Asia Pulp and Paper, dan Smart Telecom.
Dengan kerajaan bisnisnya itu, Eka pun masuk sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia versi Forbes pada 2018. Total kekayaannya mencapai US$8,6 miliar.
Managing Director Sinar mas G Sulistiyanto menyatakan pendiri Sinar Mas Group ini akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Marga Mulya, Karawang.
Namun, sampai saat ini ia belum bisa mengatakan kapan pemakaman akan dilakukan.
Menurut Sulistiyanto waktu pemakaman sampai saat ini belum ditentukan.
“Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, didampingi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Para pelayat dapat menyampaikan belasungkawa pada hari Minggu (27/1) mulai pukul 19, setelah prosesi dari keluarga usai,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Minggu (27/1).
Sulistiyanto mengatakan pihak keluarga berharap para pelayat yang hendak menyampaikan duka cita atas meninggalnya Eka Tjipta tidak mengirimkan karangan bunga. Eka Tjipta meninggal dunia pada Sabtu (26/1) pukul 19.43 pada usia 98 tahun. (lna)

Leave a Reply