
JoSS, SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah. Hal itu menyusul terus bertambahnya pasien penderita DB di sejumlah Rumah Sakit di wilayah ini.
Saat ini tercatat ada 111 pasien DB dirawat di berbagai rumah sakit di Sragen. Pasien tersebar di sejumlah kecamatan, kasus terbanyak di Kecamatan Mondokan tercatat 21 orang.
Berikutnya Kecamatan Sumberlawang 15 pasien, Tangen 11 pasien, Gemolong 11 pasien, Miri 10 pasien, Jenar enam pasien, Sidoharjo enam pasien, dan Kecamatan Tanon ada enam kasus DBD. Sedangkan di tiap kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Karangmalang, Kedawung, Masaran, Kalijambe, Sambirejo dilaporkan hanya ada dua hinga tiga pasien DBD.
Seperti dirilis Suaramerdeka.com, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, jumlahnya banyak. ”laporan hingga hari ini sudah ada 111 pasien,’’jelasnya.
Yuni memerintahkan Kepala Dinkes, dokter Hargiyanto, melakukan upaya pencegahan tercepat, di antaranya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan yang terkena serangan DB.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, dokter Hargiyanto mengatakan, berupaya mendirikan Posko Siaga DB di tiap Desa/Kelurahan dan Kecamatan. Selain itu, meminta petugas di tiap Puskesmas dan Bidan Desa maupun kader kesehatan desa/kelurahan melakukan penyuluhan untuk menangkal merebaknya DB.
Baca juga: Kasus Angka Kematian Ibu Di Sragen Meningkat, Bupati Lakukan Ini
Kegiatan PSN akan digiatkan. Petugas penyuluh akan menebarkan abate pada bak penampungan air yang sulit dikuras. “Untuk pelaksanaan fogging dilakukan di wilayah serangan DB dengan kriteria tertentu,’’ tuturnya.
Tidak semua desa yang terkena serangan DB akan difogging atau diasapi, lantaran bisa menimbulkan resistensi nyamuk penyebab demam berdarah.
“Kami mewajibkan semua Puskesmas tiap pagi melaporkan perkembangan pasien DBD ke Kantor Dinkes sebagai koordinator pengendali posko,’’ ungkap Hargiyanto.
Rencananya Pemkab Sragen akan menggelar Rakor DB di Aula Sukowati Setda Sragen, pada 22 Janurai 2019, dihadiri unsur tenaga kesehatan, dokter, bidan, dan petugas medis. Pada pertemuan itu dokter spesialis dimintai pendangannya tentang kemerebakan DB.
Bupati Yuni juga akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang gerakan PSN secara serentak di seluruh Kabupaten Sragen.
Penetapan status KLB ini diungkapkan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/1). “Ini sepertinya siklus lima tahunan dimana DBD cepat menyebar. Dalam dua pekan pertama di Januari, tercatat sudah 111 penderita dan ini sudah masuk status KLB karena penyebarannya yang merata,” ujarnya.
Menurut Yuni, sesuai data yang masuk, penderita DBD hampir terjadi merata di seluruh kecamatan, hanya Kecamatan Sambirejo yang nihil kasus. Tertinggi Kecamatan Mondokan dengan 21 kasus, disusul Kecamatan Sumberlawang 15 kasus dan Kecamatan Gemolong 11 kasus. (Wiek/lna)

Leave a Reply