
JoSS, SEMARANG – Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Semarang menargetkan penerimaan zakat pada 2019 sebesar Rp8 miliar mengingat potensi penerimaan di wilayah ini terus meningkat setiap tahunnya.
Pada 2018 penerimaan mencapai Rp6 miliar, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp Rp4 miliar.
Menurut Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrasmara mengatakan sejak 2017, kontribusi penerimaan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 70%. Ke depan, penerimaan zakat digenjot dari sektor lain, seperti zakat pribadi dan swasta. A
“Sepanjang tahun 2018 kami telah berupaya melakukan berbagai terobosan dalam upaya peningkatan pengelolaan zakat. Baik infak dan sedekah. Tahun 2016 memang 90 persen penerimaan zakat hanya dari ASN, dan dalam setahun hanya terkmpul sekitar Rp 4 miliar. Namun sejak 2017 kami merambah ke sektor lain di luar ASN,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Senin (31/12).
Beberapa upaya yang akan dilakukan, di antaranya menggandeng masjid untuk bekerja sama dalam pengelolaan zakat dan infak. Saat ini dari hasil pemetaan, ada sekitar 1.300 masjid di Kota Semarang.
Baca juga: Digitalisasi Rambah Layanan Beras Zakat
“Ini mendorong kami untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid, sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mensosialisasikan program ini. Teknisnya, pengelolaan infak dan zakat di masjid yang mengelola tetap pengurus masjid. Kami hanya meminta laporan dan datanya saja,” tukasnya.
Jika program ini berhasil, Arnaz yakin penerimaan Baznas Kota Semarang bisa melampaui perolehan Baznas Karanganyar, yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulannya. Hal itu diketahui dari hasil studi banding yang dilakukan pihaknya beberapa waktu sebelumnya.
“Target kami ke depan bisa mencapai Rp 12 miliar pertahun. Hal itu sangat realistis jika semua potensi yang ada bisa dimaksimalkan,” tandasnya.
Di sisi lain menurut Kasubag Agama Pendidikan dan Kebudayaan bagian Kesra Pemkot Semarang Ali Sofyan, kesadaran ASN untuk membayar zakat melalui Baznas masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 75% dari penerimaan zakat dikalangan tersebut.
Diakui, total ASN di Pemkot Semarang mencapai 1.0726 orang. Sebagian merupakan umat muslim yang memiliki kewajiban membayar zakat.
“Jika dikalkulasi, tiap bulan sebenarnya ASN Pemkot memiliki potensi zakat yang bisa dikelola Baznas sekitar Rp 1,8 miliar. Itu sesuai dengan imbauan Walikota terkait pemotongan penghasilan sebesar 2,5 persen untuk pembayaran zakat. Namun dari data Baznas Kota Semarang, penerimaan zakat dari ASN perbulan hanya sekitar Rp 500 juta. Berarti ini belum makssimal dan maih bisa ditingkatkan,” katanya.
Kendala untuk menarik zakat 2,5 persen bagi ASN, menurutnya banyak ASN yang memang ingin menyalurkan zakatnya ke kampung tempatnya tinggal, bukan melalui Baznas. Selain itu banyak pula ASN yang pendapatannya telah dipotong untuk angsuran piutang, sehingga yang diterima tiap bulan Rp 0. (gus/lna)

Leave a Reply