
JoSS, SEMARANG – Pakar kesehatan mata menegaskan pembatasan penggunaan gadget, seperti misal, komputer, laptop dan lain-lain mendesak dilakukan agar mata tidak rusak.
Menurut Fifin Luthfia Rahmi, Direktur PT JEC Candi Sejahtera, hingga saat ini memang belum ada penelitian terkait hal tersebut. Tetapi satu yang paling masuk akal adalah pancaran sinar biru atau blue light yang berdampak buruk bagi mata, apabila sinar itu memapar mata terlalu lama.
“Apalagi gadget dipakai untuk bermain game atau menonton video,” ujarnya.
Fifin menilai paparan langsung sinar biru bisa merusak retina mata dan dalam jangka panjang itu bisa mempengaruhi syaraf mata, dan menyebabkan hilangnya penglihatan sentral,” ungkap dia.
Pembatasan penggunaan gadget, ada hal yang paling penting untuk mencegah kerusakan mata adalah mengatur ruangan saat beraktivitas menggunakan gadget. Yakni, tak boleh terlalu terang ataupun terlalu gelap.
“Cahaya ruangan terlalu terang membuat silau dan mengganggu penglihatan. Apabila terlalu gelap dapat mempercepat kelelahan mata,” terang Fifin.
Baca juga: Waduh, Radiasi Gadget Ternyata Juga Berbahaya bagi Kulit
Memang tak bisa disnagkal lagi, di era digital seperti ini, berjam-jam mata manusia tidak terlepas dari smartphone dan gadget lainnya.
Senada diungkapkan Penyuluh Kesehatan Masyarakat Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Jateng, Muftiah Eviati, sebagai indera penglihatan, tentu kesehatan perlu diperhatikan. Terlebih lagi bagi para pengguna gadget yang hampir tak pernah lepas.
Jika mata digunakan terus menerus di depan layar gadget dan peralatan elektronik lainnya, mata bisa mengalami kekeringan, juga berdampak pusing dan lainnya.
“Setiap 20 menit, mata harus diistirahatkan, caranya mudah. Usai 20 menit mata beraktifitas istirahatakan 20 detik,” tuturnya.
Dalam 20 detik tersebut, mata bisa dikedipkan, ataupun melihat pemandangan yang menyegarkan seperti warna hijau.
Balai Kesehatan Indera Masyatakat yang terletak di Jalan Ahmad Dahlan No. 35 Semarang ini juga memiliki cara untuk mengecek mata dengan sederhana.
“Sekarang kita semua bisa mendeteksi penglihatan dengan melakukan tes jarak. Penguji berdiri enam meter dari yang diuji, dengan melihat jari penguji, orang yang diuji. Dari sana nanti akan terlihat kesehatan mata, ” imbuh Eviati.
Sebagai pengguna gadget, Anda bisa melakukan cara menjaga kesehatan mata seperti istirahatkan 20 detik usai beraktifitas 20 menit.
“Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat ini melayani konsultasi serta cek kesehatan alat indera seperti kulit, mata, telinga, dan gigi dengan harga yang terjangkau,” tutur Evi. (Wiek/lna)

Leave a Reply