Bagasi Berbayar Ancam Pengrajin Souvenir

JoSS, JAKARTA – Meskipun tingkat kenyamanan tinggi dan kecepatan waktu yang tepat, baru-baru ini masyarakat resah dengan kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan beberapa maskapai penerbangan. Diketahui ada dua maskapai yang mulai menerapkan bagasi berbayar antara lain, Citilink dan Lion Air.

Dua maskapai ini ditargetkan akan melakukan bagasi berbayar pada pertengahan dan akhir Januari ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan dengan adanya bagasi berbayar sangat berpengaruh pada pengrajin lokal yang membuat suvenir. Ia juga mengatakan pendapatan sang pengrajin juga bisa turun karena gara-gara hal ini.

“Bagasi bertarif sangat berpengaruh dengan pengrajin lokal yang membuat souvenir. Karena naiknya harga akan berpengaruh, lalu harga naik demand turun. Pendapatannya pengrajin bisa berkurang gara-gara hal ini,” tuturnya seperti dikutip dari Okezone, belum lama ini.

Terlepas dari hal itu, ia menambahkan terkait dampak wisatawan dengan bagasi berbayar. Ia mengatakan beberapa maskapai merasa biaya operasional sangat tinggi, seperti bahan bakar. Maka dari itu pesawat melakukan bagasi berbayar.

Baca juga: YLKI Minta Pemerintah Atur Standar Tarif Bagasi Pesawat Berbayar

“Faktor maskapai merasa bahwa biaya operasional sangat tinggi, misalnya bahan bakar, maka dari itu tidak bisa diantisipasi,” tutur Arief Yahya.

Seperti diketahui Lion Air akan memberlakukan ketentuan baru tentang bagasi untuk penerbangan domestik. Bahkan, kini sudah beredar daftar rincian tarif bagasi tambahan Lion Air hingga Rp 930 ribu.

Berdasarkan daftar yang didapat detikFinance, Jumat (11/1), tarif bagasi tambahan untuk bobot 5 kilogram (kg) sebesar Rp 155 ribu, 10 kg Rp 310 ribu, 15 kg Rp 465 ribu, 20 kg Rp 620 ribu, 25 kg Rp 755 ribu, dan 30 kg Rp 930 ribu.

Tarif tersebut berlaku mulai 8 Januari 2019. Pihak Lion Air pernah memberi keterangan akan memberlakukan tarif bagasi mulai 8 Januari 2019, namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta maskapai tersebut sosialisasi selama dua minggu sejak 8 Januari atau efektif 22 Januari 2019.

Sedang Citilink juga akan menghapus kebijakan bagasi cuma-cuma bagi penumpang.

Anak perusahaan Garuda Indonesia menargetkan sudah bisa memungut biaya bagasi pada akhir Januari 2019.

“Kita tidak sebutkan tanggal, tapi target di akhir bulan Januari mulai terapkan (bagasi berbayar),” ucap Direktur Utama Cintilink Juliandra Nurtjahjo dalam jumpa pers Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) di Jakarta Pusat, Selasa (15/1). (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*