
JoSS, SEMARANG – Jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah seiring makin masifnya upaya penyelamatan dan pencarian oleh tim gabungan. Hingga Senin (24/12) pagi, jumlah korban meninggal dunia bertambah jadi 281 orang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain korban meninggal, tercatat ada 1.016 korban luka dan 57 orang masih dalam proses pencarian lantaran belum diketahui keberadaannya.
“Data sementara yang berhasil dihimpun posko BNPB hingga Senin (24/12) pukul 07.00 WIB,” katanya dalam siaran pers tertulis yang diterima JoSS.co.id, Senin (24/12).
Tsunami juga berdampak ke infrastruktur warga dan fasilitas umum. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak dan 420 perahu-kapal rusak.
Sutopo mengatakan korban dan kerusakan fisik menyebar di lima kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
“Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda,” ujarnya. Dimana pesisir Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain.
Lebih rinci, lanjut Sutopo, di Kabupaten Pandeglang tercatat korban 207 orang meninggal dunia, 755 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 11.453 orang mengungsi.
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 hotel dan vila rusak, 60 warung makan dan toko rusak, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 unit kendaraan rusak.
Daerah pesisir di sepanjang pantai dari Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai Teluk Lada, Pantai Sumur dan Pantai Tanjung Lesung banyak mengalami kerusakan.
Baca juga: 3 Kiat Mengatasi Naiknya Asam Lambung
Total ada 10 kecamatan di Pandeglang terdampak terjangan tsunami. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.
Di Kabupaten Serang tercatat 12 orang meninggal dunia, 30 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Kerusakan fisik masih dalam pendataan.
Sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 60 orang meninggal dunia, 230 orang luka-luka, 22 orang hilang dan 30 unit rumah rusak berat.
Di Kabupaten Tanggamus satu orang meninggal dunia, empat rumah rusak berat, dan 70 perahu rusak.
Serta di Kabupaten Pesawaran tercatat satu orang meninggal dunia, satu orang luka-luka, 231 orang mengungsi, 134 rumah rusak dan 14 perahu rusak.
Sutopo menambahkan penanganan darurat terus dilakukan di daerah yang terdampak tsunami Selat Sunda.
Selain pencarian dan penyelamatan korban, prioritas penanganan darurat saat ini adalah koordinasi, evakuasi, pelayanan kesehatan, penanganan pengungsi, dan perbaikan darurat sarana prasarana yang rusak.
Kemungkinan data korban dan kerusakan masih bertambah mengingat belum semua berhasil didata dan ditemukan. Pendataan dan pencarian masih terus dilakukan oleh petugas. (Joy)

Leave a Reply