Raja Salman Rombak Kabinet Besar-Besaran

salman
Raja Salman | Foto: google

JoSS, DUBAI – Raja Arab Saudi Salman telah melakukan perombakan kabinet besar-besaran. Perombakan muncul setelah pemerintah Saudi menghadapi tekanan bertubi-tubi dari masyarakat internasional terkait pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober.

Seperti dilansir Reuters, perombakan juga termasuk perubahan pada jabatan-jabatan kunci keamanan nasional.

Salah satunya dengan mengangkat mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf sebagai menteri luar negeri yang baru menggantikan Adel al-Jubeir.

“Raja Salman menunjuk mantan Menteri Keuangan, Ibrahim al-Assaf menjadi Menteri Luar Negeri Arab Saudi, selain itu ada beberapa kabinet lain yang dirombak. Ini perombakan besar-besaran sepanjang Raja Salman memerintah,” kata sumber dari dalam istana.

Langkah ini sejalan dengan perombakan kabinet yang dilakukan Raja Salman kali ini. Perombakan kabinet kali ini merupakan perombakan kabinet paling besar yang dilakukan oleh Raja Salman.

Dengan adanya perombakan kabinet ini, Raja Salman juga membentuk tiga badan intelejen untuk bisa segera menyelesaikan kasus ini.

Selain Ibrahim al-Assaf, Raja juga mengangkat Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abdulaziz untuk menggantikan Pangeran Miteb bin Abdullah sebagai Kepala Garda Nasional. Raja Salman pun memerintahkan agar Dewan Politik dan Keamanan Arab Saudi dirombak.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Tangkap Ketua Asprov PSSI Jateng

Sementara itu, Jenderal Kalid bin Qirar al-Harbi diangkat sebagai kepala keamanan umum, sementara Musaed al-Aiban diangkat sebagai penasihat keamanan nasional.

Turki al-Sheikh, kepala komite olahraga Arab Saudi dan penasihat dekat Putra Mahkota Mohammed, digantikan dan ditunjuk sebagai kepala baru Komisi Hiburan.

Turki al-Shabana, seorang eksekutif di penyiar Rotana, diangkat sebagai menteri informasi. Rotana dimiliki oleh investor miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal, yang juga ditahan di Ritz tahun lalu dan kemudian dibebaskan.

Raja Salman selanjutnya memerintahkan pembentukan Badan Antariksa Saudi, yang akan diketuai oleh putranya yang berusia 62 tahun, Pangeran Sultan bin Salman.

Pangeran Sultan telah menjadi kepala Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH). Ia dikenal luas sebagai astronot Arab dan Muslim pertama.

Perombakan muncul setelah pemerintah Saudi menghadapi tekanan bertubi-tubi dari masyarakat internasional terkait pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*