PDAM Sukoharjo Naikkan Tarif Air 7%

PDAM
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SUKOHARJO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Makmur Sukoharjo akan menaikkan tarif menjualan air minum sebesar 6%-7% pada awal tahun depan, Kebijakan ini menyusul peningkatan biaya operasional perusahaan.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Sukoharjo, Retno Wardani mengatakan kenaikan itu dilakukan akibat peningkatan biaya operasional perusahaan dan upaya peningkatan cakupan layanan.

“Kenaikan didasari dari kajian masa berlaku tarif lama. Tarif lama sudah berlaku sejak 2015 dan tertuang dalam Perbup No. 27/2015 tentang Tarif Air Minum PDAM Tirta Makmur Sukoharjo,” ujarnya, belum lama ini.

Menurut Retno, tarif lama sudah berjalan empat tahun sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini, guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dia menambahkan tarif PDAM Sukoharjo berdasarkan pengelompokkan pelanggan dalam empat klasifikasi yang seluruhnya akan mengalami peningkatan tarif sebagai berikut.

Klasifikasi rumah tangga I (RT I), lanjut dia meliputi penggunaan air sejumlah 10 m3 senilai Rp27.850 naik menjadi Rp29.500, RT II dengan penggunaan 10 m3 dari Rp35.000 menjadi Rp37.500.

Baca juga: Dongkrak Pusat Bisnis Citywalk Bakal Jadi ‘Malioboro’-nya Solo

Adapun untuk klasifikasi  RT III dengan penggunaan 10 m3 semula Rp43.800 menjadi Rp46.500 dan RT 4 dengan penggunaan air sebanyak 10 m3 dari Rp48.750 menjadi Rp52.500.

“Rata-rata kenaikan senilai Rp1.650 hingga Rp2.500 atau enam persen hingga tujuh persen, berdasarkan pada pengelompokan konsumen masyarakat,” imbuh dia.

Retno menyatakan tarif penggunaan air 15 meter kubik ke atas juga berbeda sesuai dengan klasifikasi.

Dia menyatakan pihaknya sudah membagikan brosur kenaikan tarif baru dan melayani keluhan pelanggan melalui call centre. Dia menuturkan jika ada masyarakat yang keberatan atau ingin menanyakan informasi terkait kenaikan tarif layanan ini akan diakomodir melalui call centre tersebut.

“Apabila ada pelanggan yang keberatan silakan mengajukan surat keberatan nanti dikaji. Kami menerapkan prinsip transparansi dan menjaga kualitas air,” papar dia, seperti dikutip dari Solopos, baru-baru ini.

Sementara Kabag Hubungan Langganan, PDAM Sukoharjo, Bambang Surat, menyatakan selain menambah jaringan perpipaan dibutuhkan ketersediaan sumber air baku. Selama ini air baku PDAM berasal dari Sungai Bengawan Solo dan sumur dalam. “PDAM juga melayani pelanggan dari masyarakat berpenghasilan rendah [MBR],” tutur Bambang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*