Pasha Ungu Tampil Bawakan Lagu untuk Palu

Ungu
Pasha Ungu | Foto: google

JoSS, TANGERANG – Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo alias Pasha tampil dalam even perayaan 17 tahun Trans Media. Membawakan lagu daerahnya, “Ngatata Notumangi” Pasha diiringi band-nya yang sekian lama vakum.

Setelah sempat vakum sembilan bulan, kini grup band Ungu tampil dengan formasi lengkap yakni, Pasha (vokal), Makki (bas), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum) di panggung Sweet 17 Trans Media di Lapangan Sunburst BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (15/12).

Menurut sang vokalis, Pasha, band pelantun “Kekasih Gelapku” ini kembali tampil setelah sembilan bulan vakum seperti dirilis Kompas.com.

“Sebenarnya kalau Ungunya sih ngumpul manggungnya baru ini setelah sembilan bulan,” ujar Pasha.

Wakil Walikota Palu ini tak memungkiri bahwa dirinya sangat senang bisa kembali berkumpul dengan rekannya untuk manggung.

“Senang lah paket komplet kayak gini. Kita kan sudah lama ngeband, jadi enggak perlu ada yang diatur. Cuma begitu banyak yang perlu dilatih aja,” kata Pasha.

Pasha menambahkan bahwa penampilannya juga dirasa begitu spesial meski ia tak sempat berlatih bersama teman satu band nya tersebut.

Ia pun berharap penampilan Ungu dengan fomasi lengkap kali ini bisa mengobati rasa rindu para penggemar.

Baca juga: Akhir Pekan ke Lima Kota Paris Kembali ‘Menguning’

“Seperti biasa, saya memang enggak pernah latihan. Ini (manggung) pertama kali. Mudah-mudahan ini bisa mengobati ya,” ungkap Pasha lagi. Di panggung Sweet 17 Trans Media, Ungu membawakan hits andalan miliknya yakni, “Bayang Semu”, “Hampa Hatiku”, “Kekasih Gelap”, “Demi Waktu” dan dan lagu khusus untuk masyarakat Palu dan Donggala berjudul “Ngatata Notumangi” yang merupakan lagu ciptaan Pasha.

Pasha yang nama lengkapnya Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau memang menciptakan lagu khusus untuk Palu dan Donggala.

Kata Pasha, lagu ini ia ciptakan sesaat setelah Palu dan Donggala dilanda bencana gempa dan tsunami.

“Kebetulan saya ada satu lagu yang saya tulis untuk bencana di kota Palu. Lagu daerah ya, alhamdulillah malam ini pak Chairul Tanjung waktu saya bilang mau bawain lagu itu ‘sudah bawain aja lagu itu’ alhamdulillah teman-teman Ungu juga oke, ya sudah dibawakan,” kata Pasha.

Lagu berbahasa daerah itu menceritakan bagaimana kota Palu dan Donggala menangis usai diterpa bencana.

“Tentang kotaku yang sedang menangis. Ini bahasa Kaili,” ucap Pasha.

Di panggung Sweet 17 Trans Media ini pula lah lagu “Ngatata Notumangi” ini pertama kali dibawakan. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*