Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner Dan Pencegahannya

JoSS, JAKARTA – Penyakit jantung koroner (PJK) sering disebut silent killer (pembunuh diam-diam). Pasalnya dalam banyak kasus, seseorang tidak menyadari memiliki penyakit ini hingga mereka menunjukkan tanda-tanda serangan jantung atau gagal jantung.

PJK merupakan jenis penyakit di jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini merupakan hasil dari penumpukan plak di dalam arteri koroner, yang menghambat aliran darah ke jantung serta meningkatkan risiko serangan jantung dan komplikasi lainnya.

Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh menumpuknya kolesterol sehingga membentuk plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama.

Lama-kelamaan kondisi ini akan menyebabkan aliran darah tersumbat dan gangguan ini dikenal sebagai aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia (gangguan irama jantung).

Karenanya sangat penting untuk memerhatikan gejala penyakit jantung sejak dini. Seperti dirilis dari Liputan6.com, penyakit ini terkadang bisa dideteksi lebih awal dengan pemeriksaan yang rutin.

Pada dasarnya gejala penyakit ini akan bervariasi tergantung pada jenis penyakit jantung yang dialami. Perlu diketahui bahwa ciri penyakit jantung juga mungkin akan berbeda untuk pria dan wanita.

Misalnya, pria lebih mungkin mengalami nyeri dada. Sementara selain mengalami nyeri dada, wanita juga cenderung memiliki gejala lainnya seperti sesak napas, mual dan sering merasakan kelelahan kronis.

Beberapa gejala khas dari penyakit jantung koroner meliputi:

Nyeri di dada, muncul keringat dingin, mual, dan sesak napas

Baca juga: Doa Natal dan Penggalangan Dana Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Berikut ini beberapa hal yang dilakukan dalam rangka pencegahan PJK :

1. Rajin olahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung, menurunkan kolesterol dan tekanan darah hingga menjaga berat badan tetap sehat.

2. Perhatikan asupan makanan

Perbanyak makan makanan berserat dari buah, sayur, gandum serta kacang-kacangan.

3. Hindari stres

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Nah, untuk mencegah penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh stres, perlu pintar mengelola emosi.

4. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, harus mulai berusaha untuk berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Karena itu, berhenti merokok dan atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit ini.

5. Rutin cek tensi dan kolesterol

Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) kamu berada di antara 120-139 atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya kamu memiliki prehipertensi.

6. Batasi alkohol

Hindari mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. (Wiek/Joy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*