Jelang Liburan Pemerintah Pastikan Seluruh Pesawat Laik Terbang

pesawat
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Hasil dari pemeriksaan mesin pesawat atau ram chek terhadap 136 registrasi pesawat  di 36 bandara di Tanah Air, Dirjen Perhubungan Udara Kemeterian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan seluruhnya laik jalan terbang.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan guna memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penerbangan jelang libur Natal dan Tahun Bari 2018, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan rampcheck di 36 Bandara.

Program kegiatan rampcheck selama masa angkutan udara Natal 2018 dan Tahun baru 2019 dimulai tanggal 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, dari 15 Desember sampai 17 Desember 2018 Inspektur Penerbangan telah melakukan 191 inspeksi dengan jumlah pesawat yang diperiksa 153 registrasi.

Polana menjelaskan bahwa kegiatan ramp check yang dilakukan di beberapa lokasi bandara tersebut rutin dilakukan.

“Rampcheck merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh inspektur penerbangan dari Ditjen Hubud guna memastikan seluruh armada yang dioperasikan maskapai laik terbang. Rampcheck ini juga merupakan rangkaian dari rampcheck yang sudah dijadwalkan selama masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019,” ujarnya, seperti dikutip dari Kabar24, Selasa (19/12).

Polana menambahkan, hasil rampcheck pesawat di beberapa bandara tersebut ditemukan temuan pada beberapa pesawat yang sifatnya minor dan sudah ditindaklanjuti.

“Pesawat-pesawat yang kami periksa, memenuhi syarat kelaikudaraan. Baik dari lisensi dokumen pilot, engineering, kabin dan lainnya sesuai dengan ketentuan namun ada beberapa pesawat yang mendapat catatan dari Tim kami tapi sifatnya bisa ditanggulangi dengan cepat,” lanjut Polana.

Polana menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus mengawal maskapai dalam memberi pelayanan penerbangan terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Total armada yang disiapkan untuk angkutan udara pada angkutan Nataru adalah sebanyak 543 pesawat dari 12 badan usaha angkutan udara.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara pun meningkatkan pengawasan, agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dengan mengedepankan keamanan, kesalamatan dan kenyamanan. Berikut rincian hasil inspeksi tersebut:

Baca juga: Tol Salatiga-Solo Mulai Beroperasi 20 Desember 2018

Ramp check di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 14 registrasi, meliputi Boeing B737-800NG milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink, Boeing B737-800NG dan B737-900ER milik Lion Air dan Boeing B737-800NG milik Sriwijaya Air.

Di Bandara Halim Perdanakusuma, sebanyak lima registrasi, meliputi Airbus A320-200 milik Citilink Indonesia, ATR 72-600 milik Wings Air dan ATR 72-600 milik Transnusa Aviation Mandiri.

Sementara Ramp check di Bandara Husein Sastranegara Bandung sebanyak lima registrasi, meliputi Boeing B737-800NG milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink Indonesia, Airbus A320-200 milik Indonesia AirAsia dan Boeing B737-800NG milik Lion Air.

Untuk Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan sebanyak 9 registrasi, meliputi Boeing 737-300 dan Boeing B737-800NG milik Sriwijaya Air, Boeing B737-900ER milik Lion Air, Airbus A320-200 milik Citilink, Boeing B737-800NG milik Batik Air dan Bombardier CRJ 1000 milik Garuda Indonesia.

Ramp inspection yang dilakukan di Bandara Sam Ratulangi Manado sebanyak 10 registrasi yang meliputi Boeing B737-800NG dan CRJ 1000 milik Garuda Indonesia, Boeing B737-800NG dan B737- 900ER milik Lion Air, Boeing B737-800NG milik Batik Air, A320-200 milik Citilink dan ATR 72-600 milik Wings Air.

Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddim Palembang sebanyak 7 registrasi yang meliputi B737-800NG dan ATR 72-600 milik Garuda Indonesia, B737-900ER milik Lion Air, ATR72-600 milik Wings Air dan Boeing 737-500 milik Xpress Air.

Kemudian, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 31 registrasi yang meliputi Airbus A320 milik Batik Air, ATR 72-500 dan ATR 72-600 milik Wings Air, Boeing B737-800NG/900ER dan B737-8 Max milik Lion Air, Boeing B737-800NG dan B737-900ER milik Sriwijaya Air, MD-DC 9/83 milik Airfast Indonesia, ATR72-600 dan CRJ 1000 milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink dan ATR72-600 milik Transnusa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*