Januari, Tanjung Lesung Optimistis Mulai Pulih

JoSS, TANJUNG LESUNG – PT Banten West Java selaku pengelola Tanjung Lesung berharap ada salah satu destinasi dari 10 pariwisata prioritas di wilayahnya yang bisa cepat pulih.

Setidaknya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, satu diantara sekian amenitas yang terdampak terjangan tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu.

“Kami berharap pada 1 Januari 2019 kita sudah mulai buka kembali. Meskipun hanya beberapa cottage,” kata Managing Director PT. Banten West Java, Rully Lasahido saat bertemu dengan Tim Tourism Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Tanjung Lesung Beach Hotel and Resort, Senin (24/12) seperti dirilis Tempo.co.

Rully mengatakan Tanjung Lesung Beach Hotel and Resort menjadi lokasi yang paling terdampak. Tercatat terdapat 90 cottages yang sebagaian besar mengalami kerusakan, mulai ringan hingga berat.

“Strategi recovery kami nantinya akan memperbanyak promosi sehingga bisa meyakinkan wisatawan bahwa ke laut itu aman. Saya harap kepercayaan itu bisa pulih dalam 2 hingga 3 bulan kedepan. Namun nomer satu itu adalah campaign,” bebernya.

Baca juga: Pengamat : Tsunami Selat Sunda Sebetulnya Bisa Diprediksi

Rully meminta pemerintah mendukung penuh proses pemulihan itu secara maksimal, baik dari infrastruktur hingga promosi pariwisata. Dengan dukungan pemerintah, ia yakin proses recoveryakan berlangsung cepat.

“Tidak hanya di Tanjung Lesung tapi juga di sekitar pantai Anyer, Carita dan lainnya,” tegasnya.

Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar Guntur Sakti menyatakan Kemenpar akan mendukung penuh saat fase tersebut. Hal itu sudah dilakukan saat terjadi bencana di Lombok dan Bali.

“Komitmen Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya untuk mendukung proses pemulihan di KEK Tanjung Lesung sangat besar. Direncanakan dalam waktu dekat Menpar Arief Yahya akan meninjau lokasi langsung,” kata Guntur Sakti yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik ini.

Direktur Utama PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan 30 persen bagian hotel Tanjung Lesung Resort mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami. Dan dari 1.500 hektare kawasan Tanjung Lesung, hanya 2 hektare yang mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi di cluster Tanjung Lesung Beach Resort. Namun untuk bagian lainnya, seperti Blue Fish, Lada Bay Village dan landasan pesawat tidak mengalami kerusakan. (Wiek/Joy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*