
JoSS, JAKARTA – Handuk yang kotor ternyata bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat di punggung. Berbeda dari jerawat pada wajah, ternyata ini tiga penyebab utama munculnya jerawat pada punggung. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, berikut penjelasaannya seperti dirilis Tempo.co.
1. Jarang mencuci handuk
Kebiasaan buruk ini tanpa sadar sering dilakukan banyak orang. Handuk yang jarang dicuci menyebabkan kotoran serta kuman mudah hinggap pada tubuh sehingga jerawat pada punggung semakin parah.
Karena itu, rajinlah mencuci handuk supaya kebersihan tetap terjaga.
2. Kondisioner rambut
Baca juga: Kompensasi Lahan Terdampak Underpass NYIA Dibayarkan Pekan Depan
Kondisioner rambut ternyata juga bisa jadi penyebab utama munculnya jerawat pada punggung. Pasalnya, kandungan silikon pada kondisioner rambut dapat memperparah jerawat. Pastikan membilas rambut hingga bersih sebelum mengeringkannya dengan handuk.
3. Mandi kurang bersih
Meskipun rajin mandi setiap hari, kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada tubuh jika tidak dibilas dengan bersih. Sisa-sisa sabun yang belum dibilas dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri penyebab jerawat pada punggung.
Sementara, jerawat itu sendiri adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jenis penyakit kulit ini yang cukup besar jumlah penderitanya.
Penyebab jerawat beraneka ragam, bisa karena tidak memperhatikan kebersihan kulit, hormon, atau karena stres. Kebanyakan jerawat dialami ketika usia puber atau remaja, tapi tidak menutup kemungkinan di usia dewasa jerawat masih sering munculDokter dari Crystal Clinic Aesthetic Kartini Ong mengatakan jerawat bahkan menjadi masalah utama anak muda yang datang ke klinik.
“Kalau masih muda kebanyakan masalah jerawat karena ada perubahan hormonal,” kata Kartini, dalam keterangan resminya.
Masalah jerawat memang bukanlah masalah yang serius. Meski begitu, masalah jerawat sebaiknya juga tidak dibiarkan berlarut-larut supaya tidak semakin parah. Pasalnya, menurut dokter Kartini jerawat yang dibiarkan berlarut berpotensi menjadi luka. “Apalagi jika si pemilik jerawat tersebut senang memencet jerawatnya, nanti jadi scar dan akan lebih susah penanganannya,” tambahnya.
Selain itu, bekas luka jerawat pun juga berpotensi menjadi flek hitam yang berbekas dan membuat kulit menjadi hiperpigmentasi. Alhasil, untuk menghilangkan bekas luka tersebut juga semakin sulit. “Jerawat bukan suatu penyakit mematikan, tapi kalau penampilannya kurang, itu akan sangat mengganggu, terutama bagi wanita,” tuturnya. (Wiek/lna)

Leave a Reply