Gawat, Rokok Elektrik Mengandung Obat Disfungsi Ereksi

JoSS, JAKARTA – Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) baru saja mengeluarkan peringatan kepada konsumen untuk tidak membeli dan mengonsumsi cairan vape yang mengandung obat disfungsi ereksi.

FDA menyebut hasil analisis laboratorium menemukan tadalafil dan sildenafil dalam E-Cialis HelloCig dan sildenafil dalam E-Rimonabant. Dua produk ini dijual ke seluruh dunia oleh HelloCig Electronic Technology Co. Ltd yang berbasis di Shanghai, China.

Tadalafil dan sildenafil merupakan obat disfungsi ereksi yang dikenal juga dengan viagra, bahan utama yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan ereksi pria. Komposisi dua obat ini juga tidak dimasukkan dalam label produk tersebut.

“Obat resep ini tidak disetujui untuk dimasukkan dalam produk rokok elektrik yang dijual bebas dan ini masuk dalam kategori ilegal,” pernyataan FDA, dirilis Cnnindonesia.com.

FDA menilai, produsen-produsen tersebut menyalahi aturan karena tidak memberikan peringatan untuk melindungi pengguna karena obat ini dapat bereaksi bagi setiap orang terutama yang memiliki disfungsi ereksi, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung.

“Bahan yang tidak disebutkan ini dapat berinteraksi dengan nitrat yang ditemukan dalam beberapa obat resep seperti nitrogliserin dan dapat menurunkan tekanan darah ke tingkat berbahaya,” ungkap FDA.

FDA mengaku sudah menghubungi perusahaan terkait, tapi tak kunjung mendapatkan respons. FDA meminta semua konsumen untuk menghentikan penggunaan rokok elektrik yang mengandung obat disfungsi ereksi ini.

Dalam tes laboratorium dengan bantuan tikus, studi menemukan bahwa tikus yang terpapar asap rokok elektrik memiliki tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi di jantung, paru-paru dan kandung kemih daripada yang menghirup udara normal.

DNA yang rusak itu, termasuk DNA yang melindungi hewan dari sel kanker. Akibatnya, sel kanker dapat berkembang biak di tubuh.

Baca juga: Pertama di Indonesia Sekolah Olahraga Disabilitas Diresmikan di Solo

“Kami menyatakan bahwa asap rokok vape bersifat karsinogenik dan perokok elektrik memiliki risiko lebih tinggi daripada non-perokok terhadap penyakit kanker paru-paru dan kandung kemih dan penyakit jantung,” kata ilmuwan ketua peneliti riset, Dr Moon-shong Tang.

Saat pengujian paparan nikotin pada sel paru dan kandung kemih manusia, juga terdapat hasil serupa yang menunjukkan sel-sel cenderung bermutasi aau mengalami perubahan pemicu tumor.

Penelitian itu juga menemukan walaupun kandungan karsinogen atau zat pemicu kanker dalam paru-paru perokok elektrik 97 persen lebih rendah ketimbang perokok tembakau, angka itu tetap saja lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak vaping.

Diberitakan The Independent, studi itu juga menyorot, kandungan vape yang diolah tubuh dan dibuang melalui urine masih tersisa sekitar 10 persen di tubuh. Zat sisa ini juga bisa memicu munculnya kanker. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*