5.000 Pohon Ditanam di Jalan Protokol Semarang

Penyiraman bibit pohon oleh Dinas PU Kota Semarang | Foto: twitter pukotasemarang

JoSS, SEMARANG – Sekurangnya 5000 bibit pohon akan segera ditanam di pinggir jalan-jalan protokol.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang (DPU) Iswar Aminuddin kepada JoSS.co.id, Minggu (16/12). Menurutnya, penanaman diutamakan di Jalan Madukoro pada 2019.

“Anggarannya sekitar Rp 1 miliar lebih untuk penanaman bibit pohon tersebut. Utamanya akan ditanam di jalur-jalur protokol. Untuk saat ini di Jalan Madukoro sudah kita turunkan 350 bibit pohon sebagai permulaan,” terangnya.

Dijelaskan, menerangkan beberapa jenis pohon yang ditanam yakni, mahoni, trembesi dan tabebuya. Pohon tabebuya misalnya saat ini namanya sedang viral lantaran menghasilkan bunga mirip bunga sakura.

“Nanti tidak bisa dilihat hasilnya secara langsung. Minimal butuh waktu tiga sampai lima tahun agar bibit bisa tumbuh besar dan berbunga. Bunganya ada yang warna putih, pink, ungu dan merah,” tukasnya.

Pihaknya sepanjang 2018 ini telah menanam sebanyak 1.000 bibit pohon. Selain untuk penghijauan penanaman tersebut juga nantinya untuk memperindah jalan-jalan jalan protokol.

Baca juga: Pemkot Dorong Pembangunan Tol Semarang-Demak Jadi Proyek Strategis

Apalagi saat ini beberapa pohon usianya sudah sangat tua dan rawan tumbang. Adapun untuk tabebuya nanti jika berbunga diharapkan bisa memberikan kesan yang indah.

“Apabila tanaman tersebut sudah berbunga, maka akan indah. Kebetulan saat ini sudah populer di Surabaya karena memang mirip sakura. Kita sebenarnya sudah menanam 3 tahun lalu tapi belum berbunga, keduluan mereka yang sudah viral di sana,” katanya.

Waspada Pohon Tumbang

Sementara Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali mengimbau masyarakat waspada pohon yang rawan tumbang. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan dan dibarengi angin kencang.

“Sejak sebelum musim hujan kami sebenarnya sudah mengantisipasi pohon tumbang dengan melakukan perempelan-perempelan pohon di tepi jalan umum. Pohon di tepi jalan yang dirasa sudah terlalu tinggi dan membahayakan, akan dirempeli. Jadi tak membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Ali menerangkan, pihaknya akan menambah petugas perempelan pohon. Disperkim juga membutuhkan peran masyarakat jika ada laporan atau informasi pohon yang rawan tumbang.

“Jika ada laporan kami akan segera tangani. Apalagi jika sudah membahayakan,” tegasnya.

Dia mencontohkan di sepanjang Kampung Kali, pohon-pohon di sana sudah berusia tua. Pihaknya akan melakukan perempelan, dengan menyeragamkan tinggi pohon sekitar delapan meter.

Selain itu, bagi pohon yang sudah terlalu tua akan dilakukan peremajaan. Dengan demikian, bencana pohon tumbang dapat diminamalisasi.

“Pada 12 Desember 2018 lalu paling banyak laporan masuk soal pohon tumbang, karena saat itu hujan deras disertai angin kencang. Setidaknya ada 18 laporan yang masuk dan langsung kami tangani, tapi kami yakin jumlah itu bisa lebih,” ujarnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*