JoSS, JAKARTA – Proyek pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi berpotensi molor dari target, pasalnya pengerjaan konstruksi jalan tol sepanjang 174 kilometer itu hingga kini belum dimulai karena masih menyelesaikan trase.
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Sugiyartanto mengatakan bahwa topografi ruas Probowangi memang menantang karena melewati daerah pegunungan. Untuk itu, penentuan trase atau rencana jalur harus benar-benar memperhatikan keamanan dan keselamatan.
Di samping itu, pihaknya juga merelokasi trase di beberapa titik yang bersinggungan dengan fasilitas militer maupun fasilitas sosial.
Dia menuturkan bahwa di Situbondo, lokasi trase digeser karena bersinggungan dengan dengan fasilitas latihan militer. Di titik lain, trase juga menyinggung pesantren sehingga ada opsi untuk merelokasi trase.
“Ini masih terus kami diskusikan sambil berjalannya waktu. Yang jelas tetap kami kejar,” ujarnya seperti dikutip dari Kabar24, belum lama ini.
Menurut Sugiyartanto, proses penentuan lokasi atau penlok belum dilakukan seluruhnya. Saat ini baru 30 kilometer dari 174 kilometer yang sudah ditetapkan lokasi pembangunan jalan tol.
Baca juga: Wow, 2019 Raffi Ahmad Bakal Bikin 10 Film
“Dengan kondisi demikian, konstruksi jalan tol Probowangi belum dimulai,” jelasnya.
Data Ditjen Bina Marga menunjukkan bahwa per Oktober 2018 progres pembebasan lahan dan progres konstruksi masih nihil. Padahal, berdasarkan catatan Bisnis, konstruksi jalan tol Probowangi diharapkan bisa dimulai pada awal 2018.
Penetapan lokasi merupakan pangkal dari proses pembebasan lahan. Proses ini akan menentukan tahap selanjutnya, yakni tahap konstruksi.
Jalan tol Probowangi yang konsesinya dimiliki oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi membentang sejauh 174 kilometer melewati empat kabupaten di Jawa Timur. Jalan tol ini terbagi lima seksi, yaitu seksi 1 SS (simpang susun) Kraksaan—Paiton (15,75 kilometer), seksi 2 SS Paiton—SS Besuki (21,89 kilometer), dan seksi 3 SS Besuki—SS Situbondo (43,48 kilometer), seksi 4 SS Asembagus—SS Bajulmati (43,61 kilometer) dan seksi 5 SS Bajulmati—Ketapang (21,45 kilometer).
Bila sudah beroperasi, jalan tol Probowangi akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia.
Jika beroperasi, jalan tol Probowangi akan mengalahkan rekor jalan tol terpanjang saat ini, yakni tol Cikopo—Palimanan sejauh 116 kilometer yang sudah beroperasi sejak 2015.
Jalan tol Procowangi juga melengkapi jalan tol Trans-Jawa yang hingga akhir 2018 ditargetkan rampung hinggga Probolinggo. (lna)

mungkin lewat kawasan wisata ijen lebih baik. karena kawasan ijen memiliki banyak wisata , seperti kawah ijen, kawah wurung, pemandian air panas dingin, bukit teletabis, kawasan kebun kopi kelas dunia ijen dll d kabupaten bondowoso
kalau lewat kawah ijen, secara konstruksi agak berat. medan pegunungan dengan selisih elevasi yg cukup extreem