
JoSS, SINGAPURA – Pemerintah Singapura berencana mengirimkan satu pesawat transportasi ke Sulawesi Tengah untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa 7,4 skala Richter dan tsunami yang mengguncang Donggala dan Palu hingga menewaskan 1.200 orang pada September lalu.
Kementerian Pertahanan Singapura (Mindef) menyatakan bahwa pesawat C-130 milik Angkatan Udara Singapura (RSAF) itu akan dikerahkan selama satu pekan.
Seperti dikutip dari The Straits Times melaporkan pesawat itu dikirim atas permintaan dari pemerintah Indonesia untuk membantu operasi Tentara Negara Indonesia (TNI).
Namun, Mindef tak menjabarkan waktu pasti pengiriman pesawat tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menyebut bahwa proses rekonstruksi Palu akan dimulai pada Januari 2019.
Mindef kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya, mereka juga sudah mengirimkan dua pesawat C-130 milik RSAF ke Sulteng untuk mengantarkan paket bantuan berupa tenda, makanan, air minum, dan alat medis pada 2 Oktober lalu.
Pesawat dan kru yang dikirim itu kemudian tinggal beberapa lama di Indonesia untuk membantu TNI. Salah satu pesawat baru kembali ke Singapura pada 17 Oktober, sementara yang lainnya pulang 26 Oktober lalu.
Baca juga: MoU Diteken Besok, Aertra dan Medco Siap Bangun SPAM Semarang Barat Awal 2019
Gempa yang memicu tsunami pada 28 September itu memang mengundang perhatian internasional.
Pemerintah RI sendiri memberikan izin masuk bagi setidaknya 20 pesawat dari 11 negara untuk menanggulangi gempa itu, termasuk dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Inggris, hingga Amerika Serikat.
Sementara itu, total bantuan luar negeri untuk bencana gempa bumi dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, mencapai sekitar Rp220 miliar, demikian dinyatakan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir.
“Bantuan dalam bentuk barang mungkin belum bisa dihitung nilainya, Dalam bentuk komitmen ada sekitar Rp220 miliar, ada yang sudah disalurkan langsung misalnya dari Tiongkok US$200 ribu itu langsung ditransfer ke PMI,” katanya belum lama ini.
Fachir merinci sejumlah negara yang telah memberikan komitmen untuk membantu Indonesia menangani gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, di antaranya Korea Selatan US$1 juta, €1,5 juta, Venezuela US$10 juta, Vietnam US$100 ribu, Laos US$100 ribu, Kamboja US$200 ribu, Jerman €1,5 juta, dan Australia Aus$500 ribu.
Menurut Fachir, bantuan-bantuan negara lain yang telah masuk ke Indonesia di antaranya dari Korea Selatan, Jepang, Swiss, Singapura, Tiongkok, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, Australia, Rusia, Pakistan, dan Denmark. (lna)

Leave a Reply