JoSS, BANTUL – Pantai Parangtritis yang berada di sebelah selatan kota Jogja bukan hanya dikenal karena pemandangannya yang menawan.
Namun, di balik deburan ombak dan palungnya yang dikenal ganas, pantai ini menjadi spot potensial untuk bermain surfing atau selancar.
Salah satu komunitas yang kerap kali bermain selancar di pantai ini adalah Dolphin Parangtritis Surf Community (DPSC).
Komunitas ini telah diresmikan dan bermain surfing di Parangtritis sejak tahun 2012 silam.
Pendamping DPSC, Budi Santoso (34), mengatakan Pantai Parangtritis dan sekitaran Pantai Depok memiliki karakter pantai yang berbeda dibandingkan pantai pada umumnya.
Di pantai selatan Jogja ini memiliki arus air yang kuat.
Karakter itu oleh para surfer menjadi tantangan tersendiri yang membuat adrenalin terpacu.
“Bagi para surfer, semakin ada tantangan, bisa jadi salah satu penarik dan motivasi kuat untuk mencoba bermain disitu,” kata Budi seperti dirilis Tribunjogja.com.
Ia kemudian mengambil contoh pantai di Tahiti, Prancis.
Menurut Budi, ombak di Pulau Polinesia itu dikenal memiliki ketinggian 24 sampai 30 meter.
Lantaran ketinggian ombaknya itu, banyak surfer yang akhirnya bermimpi untuk bisa bermain di pantai itu.
Baca juga: Kipas Angin Bisa Picu Kematian?
Contoh lain di Uluwatu, Bali, dimana ombak di pantai tersebut menghadap ke tebing. Sangat berbahaya, karena kalau salah perhitungan, surfer bisa saja menabrak tebing karang.
“Kenapa mereka (di Pantai Ulu Watu dan Haiti) tetap ramai. Karena mereka mencari tantangan yang lebih.
Dari tantangan itu, kita bisa meningkatkan level dari permainan (selancar) kita,” jelas dia.
Selain ombak dan arus yang ganas, pantai Parangtritis juga dikenal memiliki Palung yang berbahaya.
Namun bagi Budi, semua itu justru menjadi tantangan kuat untuk bermain surfing.
Tentu juga disertai standar keamanan yang mumpuni.
“Semakin lebar palung maka arusnya jauh lebih kencang, itu yang kita cari. Karena (di situ) ombaknya makin bagus untuk surfing,” urainya
Budiyang dikenal juga sebagai Wahyu Scoty ini mengungkapkan, adanya palung dan arus yang kuat justru menjadikan pantai Parangtritis menjadi primadona.
Artinya, memiliki keunggulan dibandingkan dengan pantai-pantai lain.
“Sangat potensial sekali banget dijadikan sebagai spot surfing,” ungkapnya.
Selain memiliki tantangan berupa Palung dan arus, keunggulan lain yang dimiliki oleh Parangtritis adalah ombak yang tak pernah putus.
Artinya, di pantai ini akan selalu ada ombak. Meskipun kadang ombak itu bagus dan kasar. (Wiek/lna)

Leave a Reply