Kinerja Perbankan Di Solo Tumbuh 10,6%

perbankan
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Membaiknya sektor perdagangan di Kota Surakarta ikut memberikan andil besar dalam pertumbuhan kinerja perbankan khususnya bank umum di wilayah ini. Kinerja perbankan umum di Soloraya menunjukkan pertumbuhan positif.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan kinerja perbankan umum di wilayah ini tumbuh positif seiring dengan membaiknya sektor perdagangan yang hingga saat ini masih menjadi penopang utama perekonomian di Soloraya.

Menurut dia pertumbuhan positif ini terlihat dari indikator yang ada seperti perkembangan aset, penghimpunan dana pihak ke tiga (DPK), penyaluran kredit serta rasionya terhadap simpanan dan tingkat kredit bermasalah yang jauh di bawah batas maksimal.

“Kondisi ini menunjukkan kinerja positif perbankan. Pertumbuhan kinerja ini terlihat dari perkembangan positif aset, dana pihak ketiga, penyaluran kredit, loan to deposit ratio, dan non performing loan (kredit macet, red),” katanya di Solo, Kamis (8/11) Seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan berdasarkan data dari Bank Indonesia, untuk aset perbankan umum di Solo pada hingga bulan September 2018 sebesar Rp87,6 triliun atau tumbuh 10,6 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Pasar Legi Bakal Dibangun Satu Lantai Tanpa Sekat

Selanjutnya, untuk dana pihak ketiga pada kuartal ke III/2018 mencatatkan angka Rp66,9 triliun atau tumbuh sebesar 13 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu untuk penyaluran kredi mengalami pertumbuhan sebesar 9,15 persen dengan nilai mencapai Rp84,5 triliun.

“Kalau untuk kredit hingga kuartal III/2018 realisasi penyalurannya sudah mencapai Rp84,5 triliun atau tumbuh 9,15 persen pada periode yang sama,” katanya.

Sedangkan untuk LDR atau rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber untuk saat ini sebesar 126,3 persen.

“Kalau untuk NPL sejauh ini juga masih terkendali, yaitu di level 2,3 persen,” katanya.

Sementara itu, pangsa pasar terbesar untuk kredit di Soloraya yaitu sektor pengolahan, perdagangan, pertanian, dan jasa.

“Dari sisi daerah, untuk pangsa kredit terbesar yaitu di Kota Solo sebesar 31,7 persen, Kabupaten Sukoharjo sebesar 18,6 persen, dari Kabupaten Karanganyar 18,3 persen,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*