Hati-Hati Minum Air Dingin Saat Kepedasan Sangat Berbahaya

JoSS, JAKARTA – Ketika Anda sedang menyantap hidangan yang pedas, pasti Anda suka minum air dingin dengan anggapan bisa menghilangkan rasa pedas dari mulut Anda. Banyak orang lebih memilih minum air dingin atau air es ketika sedang kepedasan.

Sekilas memang terlihat tidak ada efeknya. Tapi tahukah Anda, kalau minum air dingin saat kepedasan sangat tidak dianjurkan?

Ketika makanan pedas masuk ke rongga mulut, hal ini akan menstimulasi daerah di rongga hidung dan faring yang akan membuat permukaan lidah merasakan efek panas. Karena tingkat reseptor tiap orang berbeda, maka tingkat pedas yang dirasakan setiap orang pun berbeda.

Ketika mengkonsumsi minuman dingin saat kepedasan, sensasi pedas memang akan cepat berkurang. Namun jangan salah, setelah itu rasa pedas akan bertambah berkali-kali lipat.

Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi air hangat saat merasa kepedasan. Hal ini dikarenakan makanan pedas mengandung senyawa bernama capsaicin yang akan larut jika bertemu air hangat sehingga rasa pedas akan cepat hilang.

Baca juga: Jajal Kamar Suzzanna, Ini Yang Dirasakan Luna Maya

Buat Anda yang suka minum air dingin, mulai sekarang segera hentikan kebiasaan ini. Lebih baik pakai air hangat dibanding air dingin.

Minum air ternyata memang banyak aturannya. Hal itu dibenarkan oleh Dr Priyanka Rohatgi, kepala ahli gizi, Rumah Sakit Apollo seperti ditulis Viva.co.id.

Minum air dingin memang menyegarkan, apalagi di tengah cuaca panas atau tatkala mencicip menu yang pedas dan panas. Kita pasti pernah mendengar info terkait air dingin yang menimbulkan efek kurang baik bagi tubuh. Masih menurut Rohtagi, anggapan tersebut benar adanya.

Rohatgi lebih lanjut mengatakan minum air dingin harus dihindari setelah makan siang atau makan malam yang berat. Ia mengatakan, jika minum air dingin atau minuman dingin, itu akan menunda pencernaan. Maka ia menyarankan untuk minum air hangat atau suhu kamar setelah makan.

Tetapi konsumsi air yang terlalu banyak di antara waktu makan juga tidak dianjurkan. Ada batasan ideal jumlah air yang harus dikonsumsi untuk menunjang kerja organ perncernaan.

” Batasi jumlah air yang Anda minum. Hanya satu atau setengah gelas air saja sudah cukup,” tutup Rohtagi. (wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*