
JoSS, SEMARANG – Sejumlah klub Liga 1 Indonesia menyatakan minatnya untuk merekrut para pemain Timnas U-16. Tak ketinggalan PSIS Semarang, Jawa Tengah.
Keinginan klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut terungkap saat CEO PSIS Semarang AS Sukawijaya bertemu langsung dengan tiga bintang timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi, Kartika Vedhayanto dan Amirudin Bagus Kahfi Al Fikri, di Balai Kota Semarang, Senin (13/8). Kembaran Bagus, Amiruddin Bagas Kaffa Al-Rizqi, tidak ikut ke Semarang lantaran sedang proses kontrak dengan produsen sepatu.
Ernando dan Vedhayanto adalah pemain kelahiran Semarang yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas XI SMA 11 Semarang. Sedangkan Bagus dan Bagus, asal Magelang namun kerap bermain bersama PSIS yunior. Selain berstatus pemain Timnas, keempatnya masih tercatat sebagai pemain PPLP Jawa Tengah.
“Mereka adalah aset Semarang. Tentu saja PSIS Semarang pasti memberi perhatian lebih kepada mereka. PSIS siap back up, tidak masalah jika harus kontrak jangka panjang, 10 – 15 tahun,” tegas Yoyok Sukawi, sapaan akrab AS Sukawijaya.
Hanya saja, lanjut Yoyok, karena masih dibawah usia 17, pembicaraan kontrak akan difasilitasi orang tua. “Cuma mereka umurnya masih dibawah 17 tahun, mereka belum boleh melakukan kontrak jangka panjang. Sehingga kami, dari manajemen Mahesa Jenar, komunikasi dengan orang tuanya. Kami akan lakukan kontrak ke orang tuanya, untuk masa depan pemainnya seperti apa,” beber dia.
Kendati begitu, Yoyok Sukawi berjanji PSIS tidak akan menghambat karir sepakbola mereka di timnas ketika klausul kontrak sudah disetujui keduapihak.
“Walaupun nanti sudah dikontrak PSIS Semarang namun saya harap tetap fokus di Timnas, sampai naik ke Timnas usia berikutnya, biar tetap di sana. Karena perjalanan untuk menuju pesepakbola profesional masih jauh,” tegas dia.
Baca juga : Tiru Juanda, Bandara Semarang Tetapkan Sistem Zonasi

Menyikapi tawaran manajemen Mahesa Jenar, Sukirno, ayahanda dari Ernando mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan pilihan klub pada anaknya. “Tidak hanya dari PSIS, klub-klub lain baik dari Jawa maupun luar Jawa juga sudah kontak. Namun saya serahkan pada Nando untuk putusannya,” aku Sukirno.
Baik Sukirno maupun Ernando hingga saat ini juga belum berpikir untuk mencari labuhan karir sepakbola profesional. “Anaknya (Ernando) bilangnya mau menuntaskan sekolah dulu,” sambung dia.
Hal senada disampaikan Bagus. Ia belum berpikir untuk bergabung ke klub Liga 1 Indonesia meski tawaran juga sudah banyak masuk ke orang tuanya. “Saat ini saya mau fokus dulu bersama Timnas, ingin berjuang bawa nama baik bangsa dan negara,” kata dia.
Namun di masa mendatang dia tidak menampik ada keinginan bergabung di klub sepakbola sebagai pemain profesional. Tapi bukan klub sepakbola Tanah Air. “Ingin main di Liga Jepang. Saya lihat di Youtube sepertinya di sana lebih menantang,” pungkas Bagus.
Diketahui, Ernando menjadi man of the match kala timnas mengalahkan Thailand di final AFF U-16 2018 lewat drama adu pinalti. Ia berhasil memblok tendangan dua pemain Negeri Gajah Putih, sehingga membawa Merah Putih menang 4-3.
Sedangkan Amirudin Bagus Kahfi, meraih predikat top scorer, memborong 12 gol di seluruh pertandingan di Piala AFF U-16 2018. Sementara Vedhayanto, meski jarang diturunkan namun teman sekolah Ernando itu mampu memberi motovasi bagi barisan pertahanan sehingga selama laga AFF Garuda Muda hanya kebobolan 4 gol di waktu normal. (joy/lna)

Leave a Reply