
JoSS, SOLO – Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata masuk Kota Surakarta, PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Surakarta mendorong maskapai membuka rute penerbangan baru di Solo. Dalam waktu dekat dua maskapai buka rute dari dan ke Solo.
General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman di Solo mengatakan dengan semakin banyak alternatif penerbangan dari dan ke Solo, maka aktifitas masyarakat dari dan ke Solo juga meningkat.
Dia menambahkan dalam waktu dekat sedikitnya ada dua maskapai penerbangan yang hendak membuka rute baru dari dan ke Solo yaitu Citilink dan Garuda Indonesia.
“Saat ini saya masih menunggu Citilink yang katanya akan membuka beberapa rute baru, salah satunya Solo-Pontianak,” katanya, seperti dikutip dari Antara, baru-baru ini.
Ia mengatakan saat ini rute yang dibuka oleh maskapai tersebut baru Solo-Cengkareng dua kali sehari. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar rute baru khususnya ke luar Jawa bisa segera dibuka.
Selain Citilink, dikatakannya, Garuda Indonesia dalam waktu dekat ini tepatnya bulan November akan membuka rute Solo-Madinah.
“Kalau selama ini kan Solo-Jeddah, sedangkan menuju Madinah biasanya dari Jakarta. Kalau Garuda Indonesia menambah rute, maka saya yakin Lion Air juga akan melakukan hal serupa,” katanya.
Sementara itu, keberangkatan jamaah umrah melalui Bandara Adi Soemarmo Solo hingga kini terus menunjukkan grafik meningkat. Sebanyak 30.000 jamaah telah berhasil dijaring untuk diberangkatkan dari Solo.
Baca juga : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Tegal
Her Suprabu, Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo Her Suprabu mengatakan, potensi jamaah umroh di eks Karisidenan Surakarta dan daerah sekitarnya mencapai 50.000 orang. Hal itu terlihat dari jumlah pembuatan paspor untuk keperluan tersebut.
“Dua maskapai yang melayani penerbangan umroh dari Solo juga telah menambah jadwal penerbangannya,” katanya.
Menurutnya, Garuda Indonesia yang semula dua kali seminggu, telah menambah menjadi tiga kali seminggu, dan terakhir empat kali seminggu. Sedangkan Lion Air dari sekali seminggu menjadi dua kali seminggu.
Sehingga, lanjut dia terdapat enam kali penerbangan dalam sepekan untuk memberangkatkan jamaah umrah. Jika dikalkulasi, tercatat ada sekitar 1.800 jamah umrah yang diberangkatkan selama sepekan.
Terkait frekuensi penerbangan, pihak Angkasa Pura I mengakui beberapa maskapai tengah mengurangi frekuensi penerbangan ke beberapa rute sebagai akibat dari “low season” atau penurunan permintaan dari masyarakat.
“Beberapa rute yang biasanya dilayani `daily` untuk saat ini seminggu tiga kali, di antaranya rute Banjarmasin, Pontianak, dan Lombok,” katanya Abdullah.
Ia mengatakan saat ini PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo melayani 66 frekuensi penerbangan. Sedangkan untuk jumlah penumpang berangkat setiap harinya sekitar 3.800 penumpang.
“Angka ini turun dari saat `peak season` yang bisa mencapai 4.200 penumpang berangkat/hari. Oleh karena itu, kenapa akhirnya ada beberapa rute yang dikurangi frekuensinya,” katanya. (lna)

Leave a Reply