JoSS, SOLO — DPRD Kota Solo menyetujui dengan usulan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengganti lapisan aspal di Jalan Jenderal Sudirman dari Gladag hingga Balaikota, dengan batu andesit.
Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, YF Sukasno mengatakan selain alasan estetika menyesuaikan lingkungan kota tua, Dewan melihat peluang ekonomi rakyat bisa dibangkitkan dengan menata kawasan itu.
“Kawasan Gladag, Benteng Vastenburg itu kan sering ada event. Jalan dari batu andesit akan membuat kendaraan memperlambat kecepatannya, lebih aman untuk warga yang menikmati kawasan tersebut. Nanti akan tumbuh kegiatan ekonomi, warga berjualan, dan sebagainya,” tuturnya, Selasa (24/7)
Sukasno memaparkan, dalam pembahasan APBD 2018 pihaknya membicarakan beberapa proyek yang menyangkut kawasan kota tua di jantung Kota Solo, antara lain penataan trotoar Jalan Jendral Sudirman dan drainase.
Usulan mengganti aspal dengan batu andesit akhirnya disetujui, dengan catatan material yang dipilih haruslah batu andesit yang kuat, dan aman untuk pengguna jalan.
Baca juga : Fly Over Manahan Ditarget Rampung Oktober 2018
Sukasno yakin, kawasan kota tua yang meliputi Pecinan, Pasar Gede, Loji Wetan, Kali Pepe, Benteng Vastenburg yang juga bersebelahan dengan kawasan cagar budaya Keraton Surakarta, membutuhkan penataan khusus untuk menarik wisatawan.
“Potensi wisata di kawasan ini sangat besar, harus ditata dengan baik dan dikelola dengan profesional,” tandas Sukasno.
Namun, persetujuan tersebut tidak bulat, karena ditentang oleh anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Suprianto. Menurut dia, gagasan itu tidak tepat, karena sejumlah alasan.
“Jalan Jendral Sudirman itu adalah jalan raya yang seharusnya minim hambatan. Kalau lapisan aspal diganti dengan batu, maka kendaraan akan terhambat dan menimbulkan kemacetan yang tidak perlu,” ujarnya.
Suprianto memberi opsi, seharusnya jika ingin memperkuat kesan kota tua, lapisan batu andesit bisa dipasang sebagai akses trotoar. Bukan di jalur kendaraan. Dia menunjuk contoh, Jalan Gatot Subroto yang merupakan kawasan belanja, cocok ditata seperti itu.
Dia juga mengingatkan, Pemerintah Kota Solo pernah menata lapisan batu di bundaran Tugu Jam Pasar Gede dan Bundaran Gladag. Hasilnya, dalam waktu beberapa tahun saja lapisan itu rusak karena tergerus roda kendaraan. “Mosok sekarang mau diulangi lagi?” ujarnya. (rik/lna)

Leave a Reply