BELUM lama ini, ahli fisika teoritis terkemuka, Stephen Hawking, memperingatkan manusia bahwa mereka hanya memiliki 100 tahun tersisa sebelum kehancuran bumi. Hawking, dalam sebuah film dokumenter yang dirilis oleh BBC dengan judul “Ekspedisi Bumi Baru”, menyuarakan kekhawatirannya tentang kondisi bumi yang semakin memprihatinkan.
Dalam film tersebut, Hawking meramalkan bahwa bumi sedang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari pemanasan global, perubahan iklim, hingga kelebihan populasi manusia. Menurutnya, manusia perlu saling bahu-membahu untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan yang mengancam keberlangsungan hidup di planet ini.
Pada awal Desember 2016 Hawking pernah mengirimkan artikikel kepada The Guardian berjudul “Ini adalah saat yang paling berbahaya bagi planet kita”
“Sekarang, lebih dari kapan pun, dalam rentangan sejarah manusia, spesies kita perlu mempererat persatuan dan kerja sama. Kita sedang menghadapi tantangan lingkungan yang tak biasa, meliputi perubahan iklim, produksi pangan, kelebihan populasi, penipisan jumlah spesies (selain manusia), penyakit epidemik, hingga pengasaman samudera,” tulisnya.
“Bersama-sama ancaman-ancaman itu adalah pengingat bahwa kita berada pada saat paling berbahaya dalam perkembangan kemanusiaan kita. Kita sekarang memiliki teknologi yang justru bisa menghancurkan planet tempat kita tinggal, tapi belum sampai pada mengembangkan kemampuan untuk lepas darinya,” jelas Hawking.
Hawking juga menyebutkan bahwa kondisi saat ini adalah yang paling berbahaya bagi planet kita. Dengan adanya teknologi yang bisa menghancurkan bumi, namun belum memiliki kemampuan untuk meninggalkannya, manusia harus bertindak cepat untuk menyelamatkan spesies mereka.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi manusia adalah menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrim. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa suhu bumi semakin meningkat, dan tahun 2016 bahkan tercatat sebagai tahun terpanas ” Global Climate Report – Annual 2016” yang disusun National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) .
Peter U. Clark dan rekannya dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa keputusan dan kebijakan yang diambil saat ini akan berdampak pada masa depan peradaban manusia, berjudul “Consequences of twenty-first-century policy for multi-millennial climate and sea-level change” yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change 8 Februari 2016.
Tidak hanya itu, dampak dari kelebihan konsumsi sumber daya alam juga menjadi masalah serius. Menurut laporan WWF “2016 Living Planet Report”, manusia sudah mengonsumsi sumber daya alam lebih dari 1,6 kali lipat dari kemampuan bumi dalam . Jika terus berlanjut, manusia akan menghadapi kehancuran sendiri akibat ekosistem yang semakin rapuh.
Selain masalah pemanasan global dan kelebihan konsumsi, manusia juga harus menghadapi ancaman dari penyakit endemik dan bakteri super yang resisten terhadap antibiotik, faktornya yakni penggunaan antibiotik yang berlebihan untuk penanganan medis, dan menurut situs WebMD kini ada dua juta korban superbug setiap tahunnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan akan bahaya penyakit yang menular melalui air dan udara, serta ancaman dari bakteri super yang terus berkembang.
Sementara itu, kepunahan massal spesies selain manusia juga menjadi pertanda bahwa ekosistem bumi sedang mengalami krisis yang serius. Aktivitas manusia telah menyebabkan kepunahan spesies dalam tingkat yang sangat cepat, dan jika terus dibiarkan, efeknya akan sangat merugikan manusia. demikian laporan laporan Center for Biological Diversity.
Hawking kemudian menyuarakan solusi alternatif dengan mencari planet baru sebagai rumah bagi manusia. Dengan penemuan tujuh planet seukuran bumi di TRAPPIST-1, harapan untuk menyelamatkan spesies manusia semakin besar. Namun, masih banyak pertanyaan yang harus dijawab, termasuk kapan planet-planet itu bisa dihuni dan bagaimana cara mencapainya.
Dengan prediksi kepunahan manusia dalam waktu 100 tahun ke depan, Hawking menekankan pentingnya kerja sama global dan tindakan yang konkret untuk menjaga bumi agar tetap layak huni. Kita sebagai manusia harus bertindak sekarang untuk mencegah kehancuran yang tak terelakkan di masa depan. Semua orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi agar tetap lestari untuk generasi yang akan datang.(RJ)

Leave a Reply