JoSS, PEMALANG – Mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema khusus dari Universitas Diponegoro (UNDIP) menggandeng sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Mereka berkolaborasi untuk mengenalkan dan menerapkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang inovatif.
Aksi ini membawa kegiatan pembuatan QRIS langsung ke pintu-pintu warga dengan fokus pada UMKM Wedang Jahe Mbak Retno, Keripik Tempe Fitri, dan Abon Ayam Ampera.
QRIS sendiri merupakan standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia, memungkinkan transaksi pembayaran dengan cepat melalui kode QR yang bisa dibaca oleh berbagai aplikasi dompet digital atau perbankan mobile yang terintegrasi dengan sistem QRIS.
Baca Juga: UNDIP dan BSN Kolaborasi Mewujudkan Standarisasi di Era Disrupsi
Melalui adopsi QRIS ini, transaksi non-tunai menjadi lebih simpel, kilat, dan terjamin keamanannya. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital dalam dunia pembayaran di Indonesia.
Walau QRIS telah dikenal sebagai salah satu metode pembayaran digital yang populer, nyatanya masih ada banyak warga dan UMKM di Desa Klareyan yang belum akrab dengan teknologi ini. Banyak di antara mereka yang masih mengandalkan pembayaran tunai, yang dapat menjadi kendala bagi pembeli yang tidak membawa uang tunai saat hendak bertransaksi.
Inisiatif ini diambil oleh Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro 2023 untuk membantu UMKM dalam mengejar tren pembayaran digital yang terus berkembang. Respons positif pun datang dari para pelaku UMKM di Desa Klareyan, di antaranya Ibu Retno pemilik UMKM Wedang Jahe Mbak Retno. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh mahasiswa KKN Undip. “Sebelumnya, proses transaksi kami selalu dilakukan secara manual dan seringkali membuat pelanggan kesulitan dalam menyiapkan uang tunai. Kini dengan QRIS, semuanya menjadi lebih lancar dan kami berharap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujar Retno, dikutip dari undip.ac.id, jumat (4/8/2023).
Melalui program inovatif ini, diharapkan UMKM di Desa Klareyan mampu terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan era digital. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, terutama bagi perekonomian di Desa Klareyan secara keseluruhan. (lna)

Leave a Reply