JoSS, JAKARTA – Pemerintah belum memutuskan kelanjutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali yang berakhir hari ini , Senin (9/8/2021). Sementara itu jumlah penambahan kasus baru virus corona di Indonesia atau pasien positif corona di Indonesia dalam sepekan terakhir tercatat mulai mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan catatan Worldmeter, jumlah kasus positif corona di Indonesia dalam tujuh hari terakhir hingga Sabtu, 7 Agustus 2021 mencapai 235,489 kasus positif.
Jika dibandingkan dengan total tambahan kasus positif dalam sepekan sebelumnya yakni sebanyak 289,964 kasus artinya dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus positif corona di Indonesia sebesar -19%.
Menanggapi hal itu, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, penerapan PPKM sebenarnya hanya strategi tambahan. Oleh karena itu, harus dipertimbangkan dengan baik dan bijak dalam menentukan masa berlakunya.
“Kalau diterapkan harus ada program yang menunjang, ada insentif terhadap kelompok rawan atau sektor lain,” kata Dicky, seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (8/8/2021).
Dia menuturkan jika memang pemerintah memutuskan untuk menghentikan PPKM, maka harus tetap memperkuat 3T dan vaksinasi Covid-19. Meski demikian, kata Dicky, dua hal itu masih menjadi PR besar pemerintah dalam penanganan pandemi.
Baca juga: Epidemiolog Sarankan PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Alasannya
Menurutnya, meski PPKM diperpanjang, jika tak ada penguatan 3T dan vaksinasi, tak akan berdampak besar. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan agar strategi 3T terus diperkuat di semua daerah secara konsisten.
“Anjuran Pak Presiden untuk penguatan 3T ini sudah tidak bisa hanya imbauan, harus ada program mengikat dan wajib, serta dipantau ketat,” ujar Dicky.
Jika strategi itu tidak dilakukan, potensi lahirnya varian baru Covid-19 akan semakin besar dan semakin menyulitkan pengendalian virus.
“Yang paling kita khawatirkan dalam konteks pandemi ini adalah ketidakmampuan kita dalam mengendalikan virus ini akan membuat potensi besar lahirnya varian baru yang made in Indonesia. Ini merugikan kita semua,” jelas dia.
“Jadi strategi 3T dan 5M ini harus dilakukan di semua daerah secara kuat dan konsisten. PPKM itu sifatnya adalah strategi tambahan,” kata Dicky.
Dicky menyebutkan, tren kasus Covid-19 di Jawa-Bali kini mulai bergeser ke level desa. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah kematian akibat Covid-19 hingga 10 kali lipat. Penerapan PPKM sendiri telah berlangsung lebih dari satu bulan. Meski angka infeksi mengalami penurunan, tingkat kematian justru semakin tinggi. (lna)

Leave a Reply