RS Krisis Oksigen, Pemkot Solo Malah Minta 400 Tabung Untuk Proyek GOR Manahan

Ilustrasi tabung oksigen (Foto: jatengprov.go.id)

JoSS, SOLO – Lonjakan jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, membuat hampir seluruh Rumah Sakit krisis oksigen. Di saat bersamaan, Pemerintah Kota Solo diketahui meminta PT Samator (Prodisen oksigen) mengalokasikan 400 tabung oksigen untuk proyek GOR Indoor Manahan.

Sebagaimana diinformasikan, Pemkot Solo mengirim surat bernomor 978.5/2131 tertanggal 5 Juli 2021 ke PT Samator Gas Industri guna meminta bantuan alokasi gas oksigen untuk konstruksi atap GOR Indoor Manahan Solo.

Surat itu ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani. Dalam surat itu disebutkan Pemkot membutuhkan rata-rata 10-20 tabung oksigen setiap harinya. Total kurang lebih 400 tabung gas oksigen

Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta kebutuhan oksigen untuk pengerjaan proyek atap GOR Indoor Manahan itu bisa ditunda terlebih dulu demi mengutamakan kepentingan kesehatan.

Pada sisi lain, PT Samator Gas Industri yang berlokasi di wilayah Jaten, Karanganyar, dalam kondisi kewalahan memenuhi permintaan oksigen dari rumah sakit. Para pekerjanya kelelahan lantaran beban kerja yang terlalu tinggi.

“Benar, yang kayak gitu antara lain bisa digunakan dulu untuk kesehatan karena kondisinya. Kayak yang buat atap [GOR Manaha] itu ya, itu kan industri, bisa ditunda dulu kalau kesehatan membutuhkan,” jelas Ganjar seperti dikutip detik.com, belum lama ini.

Mengacu hasil rapat dengan Komandan PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan, Ganjar menuturkan ada upaya pengalihan oksigen nonmedis untuk kebutuhan medis.

Baca juga: Tak Ada Oksigen, Begini Penanganan Darurat Pasien Covid-19 Saat Isoman

Sebab, ada prediksi terjadi peningkatan kebutuhan oksigen untuk penanganan kasus Covid-19. Artinya, untuk saat ini, produksi oksigen memang diprioritaskan untuk kebutuhan kesehatan.

Terkait hal itu, Sekda Solo Ahyani membenarkan Pemkot memang meminta alokasi gas oksigen ke PT Samator Gas Industri.

“Itu oksigennya kan untuk industri, beda dengan oksigen untuk napas. Beda lah, tidak masalah,” ujar Ahyani, seperti dilansir dari Solopos.com.

Ahyani melanjutkan Pemkot baru sebatas mengajukan permohonan oksigen. Terkait dipenuhi atau tidak, hal itu tergantung kesediaan dan kemampuan PT Samator selaku penyedia.

“Tinggal prioritas produksinya dari pabriknya gimana, beda. Iya kalau dipenuhi beda [dengan oksigen untuk pernapasan]. Seharusnya beda, tidak apa-apa. Kalau mereka bisa menyediakan tidak apa-apa,” ujar Ahyani mengenai permintaan gas oksigen oleh Pemkot Solo ke PT Samator.

Ia melanjutkan kebutuhan oksigen untuk industri juga perlu difasilitasi. Kalau tidak tentu akan mengganggu proses konstruksi yang sudah dijadwalkan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, juga membenarkan adanya permintaan gas oksigen ke PT Samator untuk pembangunan GOR Indoor Manahan. “Iya. Kita kebutuhannya 50 ton. Coba nanti tak cek lagi,” ujarnya singkat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*