Waspada 70% Pasien Positif Corona Tanpa Gejala, Tung Desem Waringin Contohnya

Tung Desem Waringin | Foto: vidio.com

JoSS, JAKARTA – Motivator bisnis Tung Desem Waringin mengumumkan dirinya positif terjangkit COVID-19 lewat akun instagram resminya hari ini, Senin (6/4). Meski demikian dia menyatakan kondisinya kini baik-baik saja dalam perawatan di RS Siloam, Kelapa Dua , Jakarta.

“Saya akan update kondisi saya. Juga cerita sejak awal. Serta apa saja yang dilakukan. Yang Jelas Saya memutuskan Jadi Pasien yg Ceria, Positif dan Semangaaaaat. Untuk Membantu menaikkan imun Sistem,” katanya, Senin (6/4).

Dia menjelaskan sudah hari ke-6 sebagai pasien corona. Suhu tubuhnya normal, napas lancar, bisa tidur nyenyak, dan kabar baik lainnya. Dia juga berpesan untuk terus menjaga kebersihan, menjaga kesehatan dan menerapkan jaga jarak atau social distancing.

“Mohon Bantuan DOA Semoga saya Segera Pulih,” tambahnya.

Sebagian besar pasien positif corona, justru ditemukan tanpa gejala medis. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto yang menyatakan sekitar 60-70% pasien positif corona bisa tanpa menunjukan gejala.

Artinya pasien tersebut tidak merasakan gejala tertentu yang pada umumnya terjadi, seperti demam, batuk, ataupun gangguan pernapasan. Untuk itulah dia menegaskan mengapa ada himbauan dilarang mudik, karena potensi penularan penyakit yang tinggi bahkan tanpa disadari.

Baca juga: Andrea Dian Bagikan Pengalamannya Sembuh Dari Corona

“Bahkan kalaupun ada, ada persepsi yang berbeda di setiap orang. Dia merasa tidak sakit tapi sebenarnya sakit, maka bisa menjadi potensi sumber penyebaran di kampungnya apalagi jika tidak menjaga physical distancing,” katanya.

Yurianto menegaskan ada empat kategori yang harus melakukan isolasi mandiri, pertama orang sakit yang positif COVID-19 dari pemeriksaan swab.

Kedua, orang yang positif dari hasil rapid test yang diyakini sakit dan harus menjalani isolasi mandiri. Ketiga, orang dengan keluhan sakit, seperti batuk, demam, gangguan pernapasan yang membuat pasien tidak nyaman.

“Yang keempat, yang paling banyak adalah yang tidak ada keluhan. Ini justru yang harus kita waspadai betul,” kata Yurianto.

Meski demikian bagi yang sudah terlanjur mudik, dia mengingatkan untuk menjaga jarak dan melakukan isolasi mandiri. Yurianto mengingatkan risikonya terlalu tinggi untuk bepergian dalam situasi ini, terutama di perjalanan mudik yang panjang dan bertemu dengan banyak orang yang tidak diketahui kondisinya.

“Misalnya saya ingin pulang kampung di terminal saya ketemu banyak orang yang tidak tahu sakit apa tidak, apalagi pergi dalam kendaraan yang tertutup dengan AC dan sirkulasi udaranya hanya begitu saja,” ujar Yurianto. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*