
JoSS, JAKARTA – Lucinta Luna dersama tiga rekannya ditangkap pihak kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba. Dia diketahui menyimpan dan mengkonsumsi Riklona, Tramadol dan ekstasi. Lalu apa sebenarnya obat yang dikonsumsi artis yang sering membuat kontroversi terkait jati dirinya ini.
Dikutip dari Okezone.co, Kepala IGD Kemang Medical Care, Prudence Bachtum, mengungkapkan bahwa riklona merupakan sejenis obat penenang yang biasa digunakan sebagai anti depresan dalam dunia kesehatan.
Obat ini biasa diberikan oleh dokter kejiwaan terhadap pasiennya yang sulit tidur dan mengalami gangguan kecemasan.
Prudence Bachtum mengungkapkan bahwa obat tersebut biasa dikonsumsi oleh orang-orang yang menderita gangguan kejiwaan. Obat ini pun sebenarnya harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter.
“Biasanya orang-orang dengan gangguan cemas, sakit kejiwaan sih sebetulnya, dari dokter spesialis jiwa biasanya kalau dapat obat itu,” ujarnya, Selasa (11/2).
Lebih lanjut, Prudence menyatakan bahwa Riklona sering kali disalahgunakan menjadi obat tidur. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak obat penenang yang dijadikan sebagai obat tidur oleh sebagian orang.
Baca juga: Atasi Mental Breakdown Bagi Bipolar Seperti Marshanda Dengan Kejujuran
Berbeda dengan riklona, tramadol ternyata merupakan obat pereda nyeri yang tergolong morvin. Dengan kata lain obat ini bisa menimbulkan efek ketagihan jika dikonsumsi oleh orang-orang yang dalam kondisi normal. Efekn ketergantungan dari obat ini ternyata hampir sma seperti narkoba.
“Jadi nagih, karna memang bikin ketagihan, orang yang gak ngerasa nyeri jadi pengen lagi, kayak jadi ketergantungan narkoba,” lanjut Prudence.
Riklona dan tramadol ternyata memang bisa dibeli di apotek. Namun, untuk membeli kedua obat tersebut seseorang harus memiliki resep dokter. “Memang harus dengan resep dokter, biasanya untuk beli di apotek harus bawa resep,” tutur Prudence.
Prudence mengimbuhkan, konsumsi kedua obat ini dapat menimbulkan ketagihan. Saat seseorang sudah kecanduan dengan riklona maka mereka akan merasa sangat cemas dan susah tidur jika tak mengonsumsinya. Selain itu dosis dari obat-obatan ini juga bisa bertambah seiring watu penggunaan.
Tak hanya menimbulkan efek ketagihan, tramadol ternyata juga mempengaruhi kondisi lambung penggunanya. Karena cenderung bersifat asam, obat ini akan mengganggu kinerja lambung.
“Tramadol (bikin) ketagihan, kan dia narkoba, jadi ya busa nimbulin sakau. Tramadol sifat obatnya cenderung asem, jadi bisa kena ke lambung kalau konsumsi terus-terusan gak dibatesin,” ungkap Prudence. (lna)

Leave a Reply