Pentas Ketoprak di Balekambang Kampanyekan Bahaya Hoaks

Pentas Ketoprak di Gedung Kesenian Taman Balekambang Solo, Jumat (3/5) | Foto: tribunews

JoSS, SOLO – Ketoprak Ngampung bersama Anucara Project sukses menggelar pertunjukan lakon bertema ‘Kebak Kliwat Gancang Pincang’ di Gedung Kesenian Taman Balekambang Solo, Jumat (3/5).

Arti dari tema besar ‘Kebak Kliwat Gancang Pincang’ adalah ‘siapa yang tidak hati-hati pasti akan celaka’ yang mengandung arti untuk mengingatkan akan bahayanya berita hoaks yang bisa membuat celaka jika tidak melakukan upaya verifikasi.

Seperti dirilis Tribunsolo.com, sebelum pementasan ketoprak, penyelenggara terlebih dulu memutarkan video yang berisi tentang data-data hoaks yang beredar di masyarakat.

Selanjutnya, diputar pula informasi-informasi yang diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terkait literasi digital.

Pementasan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya literasi digital untuk menangkal hoaks yang saat ini masif beredar.

Judul cerita pementasan ketoprak yang diperankan oleh Ketoprak Ngampung ini adalah ‘Kabar Kabur Kampung Riwil’.

Cerita ini mengisahkan tentang Pak Wiryo Mangun yang merupakan orang kaya baru di Kampung Riwil.

Ia memiliki seorang anak bernama Melati, yang saat itu berpacaran dengan pemuda desa bernama Sukro. Kisah cinta itu tidak direstui oleh orang tua Melati, oleh karena itu Sukro menyebarkan berita hoaks tentang Pak Wiryo.

Baca juga: Sate Kere Mbak Tug Solo Jadi Langganan Presiden Jokowi

Kisah itu diakhiri dengan keberadaan Ki Demang yang menjelaskan dan meluruskan berita yang simpang siur tersebut.

Melalui pementasan ketoprak ini, Anucara Project ingin menyampaikan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media digital.

Dengan terselenggarakannya acara ini, diharap masyarakat dapat mengambil pesan dan ajakan untuk membudayakan literasi digital.

Sebelumnya, dua kelompok ketoprak Solo, yakni Ketoprak Seniman Muda Surakarta dan Ketoprak Balekambang mulai 2019 bergabung menjadi Ketoprak Balekambang.

Kelompok baru tersebut mementaskan karya pertama di Balekambang, Januari lalu.

“Kami berdoa bersama sebagai wujud syukur bersatunya kembali dua grup yang sebelumnya main sendiri-sendiri, yakni Ketoprak Seniman Muda Surakarta dan Ketoprak Balekambang,” kata Humas Ketoprak Balekambang, Suharno. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*