Banjir di Mojokerto Fasilitas Pendidikan Lumpuh

JoSS, MOJOKERTO – Bencana banjir yang merendam dua desa di Kabupaten Mojokerto, telah melumpuhkan fasilitas pendidikan, selain rendam permukiman penduduk. Akibat lumpuhnya fasilitas pendidikan, kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan.

Fasilitas pendidikan yang lumpuh akibat banjir, terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Tepatnya di SDN Tempuran dan TK Tempuran. Kedua sekolah ini letaknya berdekatan di wilayah Dusun Tempuran.

Genangan banjir itu telah masuk ke ruang-ruang kelas setinggi betis orang dewasa.

Kepala SDN Tempuran, Amin mengatakan, siswa kelas I sampai VI terpaksa diliburkan demi keselamatan para peserta didik.

“Kalau dipaksa masuk sekolah, anak-anak akan bermain air. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Jumat (3/5).

Baca juga: Sungai Brantas Meluap, Belasan Desa di Jombang Terendam Banjir

Banjir juga masih terjadi di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Ketinggian air saat ini 35-40 cm. Menurut Zaini, banjir di kampung ini akibat meluapnya Sungai Lamong.

“Tren banjir di Dusun Balong surut. Di Dusun Klanting, Desa Pulorejo banjir hanya di jalan-jalan desa dengan ketinggian tinggal 15 cm,” tegasnya.

Untuk penanganan korban banjir, tambah Zaini, kini difokuskan di Desa Tempuran. Bersama Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, pihaknya mendirikan dapur umum untuk memasok kebutuhan makanan warga terdampak banjir.

“Hari ini kami kirimkan tujuh paket makanan siap saji. Ada juga bantuan dari Puskesmas Sooko berupa sembako dan air minum,” jelasnya.

Beberapa desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto memang telah menjadi langganan banjir sejak 1975. Banjir tahunan itu akibat pendangkalan Sungai Lamong. Oleh sebab itu, pemkab mendesak Kementerian PUPR segera menormalisasi sungai tersebut.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyatakan, keprihatinannya terhadap nasib warga terdampak banjir luapan Sungai Lamong di Kecamatan Dawarblandong. Betapa tidak, saat musim penghujan tiba, warga selalu tak bisa tidur nyenyak karena berulangkali kebanjiran.

Dia pun mendesak Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo untuk segera bertindak. Karena Sungai Lamong menjadi kewenangan BBWS Solo, bukan Pemkab Mojokerto. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*