12 Ton Daun Kelor Kering Diekspor ke Korea Selatan

Daun kelor
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SURABAYA – Pemerintah Surabaya mengekspor 12 ton daun kelor kering senilai Rp28,174 miliar ke Korea Selatan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawngsa berkomitmen untuk terus mendorong ekspor produk pertanian.

Pelepasan ekspor komoditas pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian itu dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur di Terminal Peti Kemas Surabaya.

Menurut dia, ekspor produk lokal sangat penting untuk mendorong penguatan ekonomi dan mendatangkan devisa bagi daerah untuk pembangunan Jawa Timur.

Dia menilai, produk-produk pertanian memiliki pptensi ekonomi yang luar biasa. Contohnya, daun kelor yang sudah terkenal manfaatnya untuk pengobatan berbagai jenis penyakit ini ternyata memiliki pangsa ekspor yaitu Korea Selatan.

“Ada yang menarik menurut saya daun kelor. Daun kelor ini ternyata pangsa pasarnya di Korea Selatan,” kata Khofifah usai melepas sejumlah produk ekspor di Kantor Terminal Peti kemas Surabaya (TPS), Kamis (21/3) seperti dikutip dari Detik.com.

Khofifah menambahkan, daun kelor kering yang diekspor mencapai 12 ton dan dijual seharga Rp 20 ribu per kg.

Baca juga: Ngawi Ekspor 7 Ton Daun Nilam ke India

Untuk itu, pihaknya akan mendorong berbagai sektor untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas agar mampu bersaing dalam memperebutkan pasar luar negeri.

“Kemudian ada sarang burung walet (yang diekspor). Saya ingin menyampaikan pada teman semua bahwa ekspor ini menjadi bagian penting untuk bisa datangkan devisa. Ekspor jadi bagian penting untuk mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi di Jatim,” imbuhnya.

Untuk itu, Khofifah mengajak para eksportir untuk membangun kerja sama. Terutama di sektor agro. Khofifah menyebut produk para petani di Jatim cukup melimpah, namun membutuhkan pendampingan untuk menjaga kualitas ekspor.

“Banyak petani kita yang punya produk yang perlu mendapatkan pendampingan untuk bisa disertifikasi. Supaya memenuhi standar yang bisa diekspor,” ujar Mantan Menteri Sosial itu.

“Maka antara Balai Besar Karantina Surabaya kemudian dari Dinas Perindag ini menjadi penting untuk menjadi strong partnership. Dengan para eksportir dengan para petani atau sektor yang bisa menjadi komoditas andalan eskpor kita,” lanjutnya.

Khofifah menjelaskan Selain daun kelor yang diekspor ke Korea Selatan dan sarang walet yang diekspor ke Hongkong, ada juga susu merek Greenfield yang dikirim ke Malaysia. Kemudian Plywood ke Singapura, margarine dan minyak ke Ghana, gagang cengkeh ke Kanada serta kopi ke Belgia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*