Konser Monokrom Tulus Libatkan Teater Boneka 

JoSS, JAKARTA – Konser Monokrom Tulus akan digelar nanti malam di Istora Senayan, Jakarta. Uniknya dalam konser ini Tulus akan melibatkan grup teater Boneka dalam konser itu.

“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa pelaku seni itu mestinya tidak ada batasan ruang, jadi musik bisa berkolaborasi dengan teater. Saya dengan teater Boneka di sini,” ungkap Tulus.

Monokrom TULUS Kolaborasi dengan seniman lintas konsentrasi itu, lanjut pelantun “Sepatu” tersebut bukanlah hal yang baru baginya.

“Kalau berkolaborasi dengan teater boneka ini bukan kali pertama, pernah juga berkolaborasi untuk video klip saya yang ‘Manusia Yang Kuat,” ujar Tulus.

Ia mengatakan, nantinya grup teater Boneka akan menjadi salah satu dari sederet seniman, sebagian besar pemusik, yang berkolaborasi dengannya.

“Sejauh ini yang kolaborasi dengan saya akan ada 100 pemusik di atas panggung, tapi keluarnya berkala,” ucap Tulus.

Sementara itu CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, selaku promotor konser Monokrom Tulus merasa yakin bahwa konser tersebut bakal ramai diserbu penonton.

Baca juga: Februari, Tulus Konser Monokrom di Jakarta

Menurut dia, konser tersebut menjadi hal yang dinanti-nanti oleh para penggemar Tulus. Terbukti tiket konser yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, nanti malam itu, ludes terjual dalam waktu tiga jam saja saat penjualannya dibuka pada Desember 2018 lalu.

“Saya melihat Tulus ini ikon millennials dan punya fans garis keras, saya menyebutnya. Alhamdulillah terbukti bahwa penjualan tiketnya diburu oleh para penggemar Tulus dan memang jaminan musikalitas Tulus menurut saya berkelas ya,” ucap Anas dalam jumpa pers konser Monokrom Tulus ULUS di Hard Rock Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Selain itu, kata Anas, perbedaan gaya menulis lirik dalam lagu-lagu Tulus membuat ia berkeinginan untuk menjadi promotor konser penyanyi asal Bukittinggi, Sumatera Barat, tersebut.

“Tulus saya kira dia punya sesuatu yang unik. Jadi lagu-lagunya something different, berbeda. Pilihan diksinya pun tidak umum. Jadi itu yang membuat dia memiliki segmentasi tersendiri,” kata Anas.

Ia menambahkan bahwa menonton konser Tulus tak hanya akan mendengar lagu bernuansa cinta asmara semata karena Tulus adalah penyanyi yang memperhatikan banyak aspek dalam bermusik.

“Kalau ngomongin lagunya Tulus, apa pun diomongin. Rindu, cinta, perpisahan, semuanya ada. Jadi wajib nonton,” pungkasnya. (Wiek/lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*