Drainase Tidak Sempurna Talut Tol Batang-Semarang Longsor

Talut longsor di Jalan Tol Semarang-Batang Desa Penjalin, Kendal. | Foto: iNews

JoSS, KENDAL – Baru sebulan jalan Tol Batang-Semarang diresmikan, jalan yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa itu mengalami longsor pada dinding talutnya pada Selasa (22/1), tepatnya di daerah Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

Longsor di KM 400 itu diduga karena sistem drainase yang tidak sempurna, sehingga saat intennsitas hujan meningkat, tanah di bawahnya tergerus dan terbawa air.

Humas PT Jasa Marga Semarang Batang, Andy Susilo mengatakan, penyebab ambrol karena drainase jalan tol kurang sempurna menampung air, sehingga saat intentitas hujan tinggi mengakibatkan talut rusak.

“Karena drainase kurang sempurna dan akibat curah hujan tinggi, talutnya yang rusak,” kata Andi seperti dikutip dari Tirto.id.

Seperti diketahui, foto talut ambrol beredar luas di media sosial Twitter sehingga menimbulkan kekhawtiran bagi pengguna jalan. Letak talut berada di dekat jembatan dan di bawahnya terdapat saluran air.

Andi mengatakan, pekerja langsung memperbaiki talut tersebut, Dia juga menegaskan kerusakan talut tidak membahayakan jalan tol dan pengguna jalan tol, karena bukan kerusakan struktural.

“Tidak membahayakan jalur jalan tol maupun pengguna jalan tol,” ujar dia.

Jalur tol Semarang-Batang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya sepanjang lebih 1.000 kilometer yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2018.

Baca juga: Kondisi Darurat Tanggul Jebol di Kebumen Masih Mengancam

Meski talud setinggi 5 meter di seksi 3-4 ini ambrol, tapi otoritas jalan tol memastikan tidak merusak jalan tol Batang-Semarang. Pelaksana proyek tol Batang-Semarang mulai melakukan perbaikan.

Untuk sementara talud yang ambrol ditutup terpal plastik agar tidak kemasukan air karena curah hujan masih cukup tinggi.

Menurut salah satu warga sekitar lokasi, Muslih, hujan yang terjadi dalam tiga hari terakhir mengakibatkan talut retak. Karena hujan turun dengan derasnya, talut yang retak itu kemudian ambrol.

“Saat kejadian tidak ada pekerjaan, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” kata Muslih, Selasa (22/1).

Dihubungi terpisah, Sarjani, Kepala Lapangan Pembangunan Tol Batang-Semarang seksi empat menjelaskan akan melakukan pengecekan di lokasi talut longsor.

Penyebab dinding talut ambrol karena drainase jalan tol Semarang-Batang kurang sempurna menampung air, sehingga saat intentitas hujan tinggi mengakibatkan talut rusak. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*