Trans Jateng Koridor III Tawang-Demak Dilayani 20 Armada

Koridor III
Kabid Angkutan Jalan Dishubprov Jateng Ginaryo saat memberikan pemaparan terkait sosialisasi tahap V pengoperasian angkutan aglomerasi perkotaan wilayah Kedungsapur Koridor III. | Foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Dinas Perhubungan Jawa Tengah berencana mengoperasikan 20 bus dalam angkutan aglomerasi perkotaan wilayah Kedungsepur koridor III (Semarang-Demak). Untuk tahap awal di 2019 ini, Dishub Jateng akan mengoperasikan 14 bus, sisanya akan ditambah secara bertahap.

Kabid Angkutan Jalan Dishubprov Jateng Ginaryo mengatakan jumlah tersebut sesuai dengan perencanaan yang sudah disiapkan sejak awal.

“Namun untuk pengadaan awal baru akan kami siapkan 14 armada. Yang 6 kemudian akan kami tambah secara bertahap,” tuturnya kepada JoSS.co.id Selasa (18/12).

Dia menambahkan nantinya rute baru Semarang-Demak akan bermula dari Stasiun Tawang. Jarak masing-masing armada yang beroperasi sekitar 15 – 20 menit. Dengan konsep Biaya Operasional Kendaraan (BOK), maka para pengusaha angkutan akan membentuk konsorsium untuk pengadaan armada. Konsorsium ini yang akan menjadi operator Trans Jateng Koridor III.

“Pengadaan bus memang selalu bertahap seperti di koridor Semarang-Bawen dan juga Purbalingga-Purwokerto,” tukasnya.

Dipastikannya, tidak akan muncul pengusaha angkutan baru dalam sistem transportasi ini. Pasalnya, pihaknya merangkul mereka sekaligus menjadikannya sebagai operator usai melakukan scrapping armada lamanya untuk kemudian digunakan membeli bus baru.

Baca juga: Flyover Kroya Mendesak Direalisasikan

Giyanto menambahkan, penghitungan anggaran untuk masing-masing bus adalah mereka akan dibayar Rp7.475 untuk per 1 Km. Nantinya, masing-masing armada akan mampu melakukan 6x PP dalam sehari.

Dia menuturkan dengan jarak tempuh Tawang-Demak sekitar 30 Km, maka sudah dapat dihitung berapa pendapatan yang akan diperoleh oleh operator Koridor III ini dalam 1 tahun. Tapi harus diakui, saat ini pihaknya baru memiliki anggaran untuk semester pertama di tahun 2019.

“Seperti koridor I dan II, dulu kita juga baru memiliki anggaran penuh di tahun berikutnya. Sama dengan Koridor III ini, nanti di tahun 2020, kami sudah memiliki anggaran penuh. Untuk tahun depan memang baru ada hingga bulan Juni atau Juli saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut Giyanto menjelaskan pembayaran uang BOK akan dilakukan setiap bulan dan bukan per tri semester atau bahkan 1 semester. Dengan demikian, operator tidak perlu cemas karena ada jaminan penuh dari Dishub.

Terkait dengan penumpukan angkutan di jalur yang sama, Giyanto menyebut untuk Koridor III hanya angkutan Johar-Genuk saja. Jumlahnya saat ini mencapai 120 unit dan akan di-scrapping sekitar 20-an unit.

Ke depan, pihaknya juga akan menjajaki operasionalisasi Trans Jateng di Solo Raya dan Magelang. Diharapkan pada 2020, seluruhnya sudah beroperasi.

“Kami juga sangat inin ada trayek untuk wisata dari dan ke Borobudur,” tandasnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*