
JOSS.CO.ID, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus berinovasi dalam mendorong produktivitas pertanilam mendorong produktivitas pertanian.
Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah penerapan metode tanam baru untuk mencapai produksi padi hingga 10 ton per hektare, yang saat ini sedang disosialisasikan ke kelompok tani di berbagai desa.
Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan bahwa program ini telah memasuki fase sosialisasi di lebih dari 60 persen desa dan ditargetkan rampung pada September 2025.
“Kami gencar melakukan sosialisasi melalui kerja sama antara camat, kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani agar metode ini bisa cepat diadopsi petani,” ungkap Sudewo, Senin (4/8/205).
Sejumlah desa yang sudah menerapkan metode tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jika sebelumnya hanya 11 desa yang mampu menghasilkan padi lebih dari 10 ton per hektare, kini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 30 desa.
“Hasil ini membuktikan bahwa metode baru berhasil mengatasi berbagai kendala seperti kekurangan air, berkat sistem tanam yang kami terapkan,” tambahnya.
Selain fokus pada peningkatan hasil panen, Pemkab Pati juga mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dengan mendorong penggunaan pupuk organik. Upaya ini didukung oleh keterlibatan TNI dalam membantu penyebaran mikroba ke lahan-lahan pertanian untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.
“Langkah ini bagian dari transformasi menuju pertanian organik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Bupati.
Melalui upaya peningkatan produksi padi Pati dan perbaikan kualitas pertanian, Pemkab berharap sektor ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Leave a Reply