
JOSS.CO.ID, Semarang — Perum Bulog Cabang Semarang menjamin ketersediaan beras di wilayahnya aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Saat ini, total stok beras mencapai sekitar 70.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga setidaknya satu tahun ke depan.
Pimpinan Cabang Bulog Semarang, Rendy Ardiansyah, menyampaikan hal tersebut saat peresmian Gerakan Pangan Murah melalui mobil Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) di Lapangan Bumirejo, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Minggu (10/8/2025).
Bulog Cabang Semarang membawahi enam daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.
“Kami cukup percaya diri untuk memastikan ke masyarakat bahwa stok beras sangat melimpah,” ujar Rendy.
Rendy mengakui harga beras di pasaran dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan signifikan, melebihi harga eceran tertinggi (HET). Sebagai langkah stabilisasi, Bulog menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) langsung kepada konsumen akhir, sesuai instruksi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Penyaluran SPHP kami lakukan langsung ke end user, bukan untuk diperjualbelikan kembali. Targetnya antara lain pasar tradisional, pasar rakyat, dan gerakan pangan murah seperti hari ini,” jelasnya.
GPM Serentak di Kota Semarang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkot Semarang dan Perum Bulog, mencakup 1.530 titik rukun warga (RW).
Dalam kegiatan tersebut, tersedia beras SPHP sebanyak 75.545 kg, beras Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) sebanyak 2.000 kg, minyak goreng 300 liter, telur ayam ras 300 kg, bawang merah 200 kg, bawang putih 200 kg, dan gula pasir 200 kg.
Dengan langkah ini, Bulog berharap pasokan beras tetap stabil dan harga lebih terkendali, sehingga kebutuhan pangan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Leave a Reply