
JOSS.CO.OD, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) secara resmi menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-20 Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus 3 pada Selasa (8/7/2025) dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa.
Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag, didampingi Kepala LP2M, Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag, serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Moh. Masrur, bersama jajaran pimpinan lainnya.
Lebih dari 2.300 mahasiswa akan mengikuti KKN MIT UIN Walisongo 2025, dengan sekitar 700 mahasiswa hadir langsung dalam kegiatan pembekalan. Para peserta akan diterjunkan ke wilayah Kabupaten Semarang mulai tanggal 15 Juli hingga 26 Agustus 2025.
Rektor Prof. Nizar menekankan bahwa tema Mandiri, Inisiatif, dan Terprogram bertujuan membentuk mahasiswa yang mampu menyusun dan menjalankan program berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat secara mandiri dan terstruktur.
“Mahasiswa tidak hanya turun lapangan, tapi mereka dituntut untuk mengembangkan program KKN berdasarkan studi awal yang sudah dilakukan, sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa KKN MIT merupakan bagian dari proses pendidikan nyata yang melatih mahasiswa dalam hal kemandirian, kepekaan sosial, dan pengelolaan program.
Penempatan di Kabupaten Semarang dinilai strategis karena dekat dengan kampus, memudahkan koordinasi dengan dosen pembimbing, dan memperluas manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Lokasi yang dekat memungkinkan mahasiswa untuk berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing. Di sisi lain, masyarakat sekitar kampus bisa merasakan dampak positifnya secara langsung,” ujar Prof. Nizar.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik kampus, bersikap profesional, dan mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan isu strategis nasional, seperti penanganan stunting dan program makanan bergizi gratis.
Sementara itu, Kepala PPM, Moh. Masrur, menjelaskan bahwa seluruh titik lokasi KKN telah mendapat persetujuan resmi dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Mahasiswa akan disebar di 13 kecamatan, antara lain Bandungan, Sumowono, Jambu, Banyubiru, Getasan, Bawen, Bergas, Pringapus, Bancak, Kaliwungu, Tengaran, Suruh, dan Susukan.
“Terdapat sekitar 140 posko KKN, masing-masing terdiri dari 15 mahasiswa yang siap berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” kata Masrur.
Melalui semangat pengabdian masyarakat mahasiswa yang mandiri dan terarah, KKN MIT ke-20 ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

Leave a Reply