
JOSS.CO.ID, Cilacap – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem berupa angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Cilacap, selama dua hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa pada Selasa pagi (29/7), kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 24 knot dan bertiup dari arah timur.
“Angin terasa cukup kencang sejak pagi hari. Fenomena ini disebabkan oleh perbedaan tekanan udara signifikan antara belahan bumi utara dan selatan,” jelas Teguh.
Teguh memaparkan bahwa tekanan udara tinggi tercatat di barat Australia (1.033 milibar), sementara tekanan rendah tercatat di timur laut Filipina (986 milibar). Selisih besar ini memicu aliran angin dari barat Australia menuju Filipina, yang melewati wilayah Jawa.
BMKG juga mencatat dampak lanjutan berupa gelombang laut tinggi di kawasan perairan selatan Jawa Tengah. Tinggi gelombang diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini mengancam keselamatan nelayan dan pengguna transportasi laut.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan warga di pesisir selatan Jateng, untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang,” lanjut Teguh.
BMKG juga mengingatkan potensi bahaya lain seperti pohon tumbang dan kerusakan akibat terpaan angin kuat. Potensi cuaca ekstrem di Cilacap dan sekitarnya diprediksi masih akan berlangsung hingga dua hari mendatang.

Leave a Reply