
JOSS.CO.ID, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong pelaku UMKM Jepara untuk mengantongi sertifikat halal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa sertifikat halal bukan sekadar simbol agama, tetapi menjadi jaminan atas mutu, kesehatan, dan keamanan produk. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan
“Serap Aspirasi dan Temu Konsultasi Layanan Sertifikat Halal” yang berlangsung di Gedung Shima, Sabtu (28/6).
“Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia unggul dalam jumlah produk halal. Namun kenyataannya, kita masih kalah dari Tiongkok. Maka, sertifikasi halal harus kita galakkan, apalagi kini disediakan gratis. Kalau mandiri, biayanya bisa mencapai Rp3,5 juta,” tegas Witiarso.
Hingga kini, Pemkab Jepara telah memfasilitasi lebih dari 10.600 pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikat halal. Program ini akan terus diperluas agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di pasar halal global.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia menyebut, sejak 2024 pihaknya telah mendorong percepatan sertifikasi halal di berbagai daerah, termasuk Jepara.
“Serapan sertifikasi di Jepara cukup tinggi. Selain dari APBN, kami akan usahakan tambahan bantuan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) agar makin banyak UMKM yang terbantu,” jelas Wachid.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi halal UMKM tidak hanya berlaku untuk makanan dan minuman, tetapi juga produk sehari-hari lainnya.
“Sertifikasi ini adalah pintu masuk UMKM menuju pasar nasional dan internasional,” tambahnya.
Linda, salah satu pelaku usaha kuliner asal Jepara, mengaku bangga karena produknya kini telah tersertifikasi halal.
“Produk saya jadi lebih dipercaya dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Konsumen juga merasa aman,” ungkap pemilik usaha olahan lele dan katering tersebut.
Program ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekonomi syariah, memberdayakan UMKM, serta mendorong Jepara menjadi pelopor dalam penguatan daya saing produk halal Indonesia.

Leave a Reply