
JOSS.O.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebutkan bahwa banjir rob yang menerjang kawasan Pantai Utara (Pantura), termasuk Demak, merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global yang kini melanda berbagai wilayah dunia, mulai dari Eropa hingga Asia.
”Kalau kita berbicara rob, ini bukan hanya persoalan Jakarta akibat penurunan tanah, atau Semarang saja, melainkan sepanjang Pantura, dengan prioritas penanganan di Jakarta dan Semarang. Artinya, Demak, Jepara, dan Rembang juga menjadi satu kesatuan wilayah terdampak,” jelas Dody dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/6/2025).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut secara sistematis, pemerintah berencana membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Lembaga ini akan menjadi garda utama dalam perlindungan wilayah pesisir, mulai dari Jakarta hingga Semarang, termasuk Demak yang kerap dilanda banjir rob parah.
Selain menyiapkan pembentukan badan otorita, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan fisik tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall seperti yang sudah disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah langkah darurat juga sudah dilakukan, termasuk normalisasi Sungai Dombo, pengoperasian 4 unit ekskavator, serta penempatan 10 unit pompa mobile di titik-titik rawan rob di Sayung dan sekitarnya. Normalisasi sungai di beberapa wilayah Sayung juga masuk dalam program penanganan banjir rob.
Tak hanya di hilir, pemerintah pusat juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan penataan ruang di wilayah hulu.
“Kami koordinasi dengan pemda agar aliran air dari hulu bisa terkendali dan tidak memperparah banjir di hilir,” ujar Dody.
Meski demikian, Dody mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam merealisasikan seluruh rencana tersebut.
“Namun kami terus berupaya agar kebutuhan anggaran dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran perubahan maupun dalam tahun-tahun mendatang, sehingga kebutuhan masyarakat bisa lebih terpenuhi,” tambahnya.

Leave a Reply