‎Pemerintah Siapkan 360 Ribu Ton Beras untuk Bansos Dua Bulan ke Depan

Ilustrasi beras bulog. (Foto: istimewa)
JOSS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras sebanyak 360 ribu ton dalam dua bulan mendatang guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

‎Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa distribusi bansos ini akan dilakukan secara bertahap, masing-masing 180 ribu ton per bulan.

‎“Untuk dua bulan, kami akan salurkan total 360 ribu ton beras. Ini langkah strategis untuk melindungi petani dan menguatkan daya beli masyarakat,” kata Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).

‎Penyaluran bantuan ini telah mendapat mandat dari Kementerian Keuangan kepada Kementerian Pertanian untuk mengatur pelaksanaannya secara teknis dan efisien.

‎“Terima kasih kepada Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani. Penyalurannya kami kelola langsung dengan pendekatan yang menguntungkan semua pihak—produsen terlindungi, konsumen pun merasa aman,” jelas Amran.

‎Menurutnya, bantuan akan diprioritaskan ke daerah-daerah non-penghasil beras yang harga pasarnya sudah tinggi. Untuk wilayah perkotaan, pengiriman dilakukan lebih awal. Sementara di daerah dengan harga beras di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), penyaluran akan ditunda sesuai arahan kebijakan.

‎“Distribusi harus tepat. Tidak boleh lebih dulu dikucurkan ke daerah yang harga berasnya masih di bawah HPP,” tegas Amran.

‎Program bantuan beras ini menjadi bagian dari lima insentif ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mulai Juni 2025. Total anggaran insentif mencapai Rp24,4 triliun.

‎Selain bansos beras 10 kilogram, pemerintah juga menambahkan nilai bantuan Kartu Sembako sebesar Rp200 ribu per bulan. Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, khususnya menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*