‎Microsoft Kembali PHK Ratusan Karyawan, Imbas Transformasi ke Teknologi AI

Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

JOSS.CO.ID, Semarang – Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pegawainya, hanya berselang beberapa minggu setelah gelombang PHK besar sebelumnya.

‎Berdasarkan laporan Bloomberg yang mengutip pemberitahuan resmi negara bagian Washington, lebih dari 300 karyawan diberhentikan pada Senin (2/6/2025). PHK kali ini menyasar berbagai divisi dan jabatan, mulai dari insinyur perangkat lunak, manajer produk, pemasar, hingga staf hukum dan ilmuwan riset.

‎Juru bicara Microsoft menyatakan bahwa pemangkasan ini merupakan bagian dari lanjutan kebijakan efisiensi perusahaan.

‎“Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan sebaik mungkin di pasar yang terus berubah,” ujarnya, dikutip Selasa (3/6/2025).

‎PHK ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya fokus dan investasi Microsoft pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Seperti halnya Meta dan Salesforce, Microsoft semakin mengandalkan AI untuk mendorong efisiensi dan menekan biaya operasional. Pada gelombang PHK sebelumnya, posisi insinyur perangkat lunak menjadi yang paling terdampak.

‎Per Juni 2024, Microsoft memiliki sekitar 228.000 karyawan tetap di seluruh dunia, dengan 55 persen di antaranya bekerja di Amerika Serikat. Perusahaan juga telah memangkas sekitar 3 persen tenaga kerjanya secara global pada beberapa bulan terakhir.

‎Selain itu, pada Selasa (13/5), Microsoft mengurangi 1.985 karyawan di kantor pusat Redmond, termasuk 1.510 pekerja kantor. Ini diperkirakan menjadi pemangkasan terbesar sejak perusahaan merumahkan 10.000 pegawai pada tahun 2023.

‎Sebelumnya, pada Januari, Microsoft juga mengumumkan PHK dalam skala kecil yang berdasarkan pada evaluasi kinerja. Namun, PHK terbaru ini tidak berhubungan dengan performa karyawan.

‎CEO Microsoft Satya Nadella menjelaskan bahwa langkah efisiensi perlu diambil mengingat penjualan layanan cloud Azure yang melambat, meski pertumbuhan cloud AI justru melampaui proyeksi internal perusahaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*