
Dalam siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dirilis di Jakarta, Rabu (18/6), disebutkan bahwa Menlu Sugiono akan menyuarakan pandangan Indonesia terhadap sejumlah persoalan global yang tengah dihadapi dunia Islam, termasuk konflik bersenjata Iran-Israel dan penyelesaian perang Gaza yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Tak hanya soal konflik, Indonesia juga akan mendorong penguatan kerja sama pembangunan ekonomi di kalangan negara anggota OKI, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Sugiono juga dijadwalkan menekankan pentingnya reformasi internal di tubuh OKI, agar organisasi ini mampu merespons tantangan global secara lebih efektif dan memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan negara-negara anggotanya.
“OKI harus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif dan solutif di tengah berbagai krisis yang dihadapi umat Islam,” demikian salah satu poin sikap Indonesia.
Partisipasi aktif Menlu RI dalam forum ini mencerminkan konsistensi diplomasi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia, serta komitmen kuat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Sugiono sendiri merupakan bagian dari tim Utusan Khusus OKI-Liga Arab untuk penyelesaian konflik di Gaza.
Konferensi ini juga akan mengesahkan sejumlah resolusi strategis serta Deklarasi Istanbul, sebagai bentuk sikap kolektif dan langkah konkret negara-negara anggota dalam menghadapi gejolak internasional.
Sebagai salah satu pendiri OKI sejak 1969, Indonesia menilai forum tahunan ini semakin strategis, terutama karena berlangsung di tengah memanasnya situasi Timur Tengah akibat serangan Israel terhadap Iran serta konflik yang terus berkecamuk di Jalur Gaza.

Leave a Reply