JOSS.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mencetak sebanyak 5.000 ahli produktivitas hingga tahun 2030 sebagai langkah strategis untuk mendongkrak produktivitas tenaga kerja nasional.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa peningkatan produktivitas minimal 4% per tahun diperlukan agar Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Dalam paparannya pada Dialog Nasional Himpunan Kawasan Industri di Jakarta, Kamis (19/6/2025), Yassierli menjelaskan bahwa para ahli tersebut akan ditempatkan langsung di kawasan industri, bekerja sama dengan pabrik-pabrik dalam mengoptimalkan proses produksi.
“Strategi ini akan kami rancang secara detail, baik pada level makro maupun mikro,” tegas Yassierli.
Data Organisasi Produktivitas Asia (APO) menunjukkan bahwa sejak 2012, Indonesia belum pernah mencatatkan pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di atas 4%, kecuali pada masa tertentu seperti tahun 1995 (10,31%) dan 2021 (9,86%). Rata-rata produktivitas pada 2013–2022 hanya 2,6% per tahun.
Pada 2022, kontribusi setiap tenaga kerja di Indonesia hanya sebesar US$ 28,6 per jam terhadap perekonomian nasional. Angka ini masih kalah dari negara tetangga seperti Thailand (US$ 34,6), Malaysia (US$ 71,1), dan Singapura (US$ 186,2).
Menyadari kesenjangan ini, Yassierli mendorong perusahaan untuk mulai menyiapkan calon tenaga kerja terlatih yang bisa difungsikan sebagai ahli produktivitas di masing-masing sektor. Tak hanya itu, Kemnaker juga tengah merancang pendirian Labour and Productivity Institute, lembaga studi yang akan fokus mengkaji dan mengembangkan strategi produktivitas nasional secara berkelanjutan.

Leave a Reply