
JOSS.CO.ID, Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat bahwa inflasi Jawa Tengah pada Mei 2025 mencapai 1,66 persen, lebih rendah dibanding April 2025 yang sebesar 1,94 persen.
Penurunan ini disampaikan oleh Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, dalam keterangan pers di Semarang, Senin (2/6/2025).
Endang menjelaskan, kenaikan harga emas perhiasan dan minyak goreng menjadi dua komoditas yang paling memengaruhi laju inflasi bulan ini.
“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberi kontribusi terbesar terhadap inflasi, yakni sebesar 0,50 persen,” ujarnya.
Dari sembilan daerah tempat dilakukannya survei Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Rembang sebesar 2,45 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Wonosobo dengan angka 1,26 persen.
Selain inflasi, BPS juga merilis data terkait nilai tukar petani (NTP) di Jawa Tengah. Pada Mei 2025, NTP tercatat sebesar 111,67 atau turun 0,93 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 112,72.
“Penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor hortikultura, yakni turun 10,57 persen,” tambahnya.
BPS menyatakan bahwa meskipun inflasi melambat, harga kebutuhan pokok dan bahan non-pangan masih perlu dipantau, terutama yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan kesejahteraan petani.

Leave a Reply