Fasilitas Kesehatan Bertaraf Dunia Diresmikan, Prabowo: Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

Presiden Prabowo Subianto saat hadir pada acara Puncak Resepsi Harlah Ke-102 NU, Rabu (5/2/2025) malam di Istora Senayan Jakarta. (Dok. Setneg)
Presiden Prabowo Subianto saat hadir pada acara Puncak Resepsi Harlah Ke-102 NU, Rabu (5/2/2025) malam di Istora Senayan Jakarta. (Dok. Setneg)

JOSS.CO.ID, Bali – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sekaligus Bali International Hospital (BIH), Rabu (25/6/2025). Peresmian ini menandai langkah besar Indonesia dalam mengembangkan fasilitas kesehatan bertaraf internasional, khususnya di Bali.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam KEK ini merupakan lompatan strategis yang penting bagi negeri.

Ia berharap kehadiran Bali International Hospital dapat mengurangi jumlah warga negara Indonesia yang selama ini lebih memilih berobat ke luar negeri.

“Sudah dijelaskan bahwa jutaan WNI mencari pengobatan di luar negeri, yang berdampak pada besarnya devisa yang keluar. Dengan hadirnya fasilitas seperti ini, kita mampu menyediakan layanan kesehatan setara dengan rumah sakit terbaik dunia,” ujar Prabowo dalam peresmian yang disiarkan secara virtual.

Menurut data yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam kesempatan yang sama, sebanyak 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya, yang menyebabkan negara kehilangan devisa hingga Rp 150 triliun per tahun.

“Data yang kami miliki menunjukkan bahwa hampir Rp 150 triliun devisa hilang setiap tahun karena masyarakat mencari pengobatan di luar negeri,” jelas Erick.

Dengan adanya KEK Sanur dan Bali International Hospital, pemerintah menargetkan untuk menarik kembali devisa tersebut dan sekaligus membuka peluang wisata medis Indonesia berkembang pesat, menjadikan Bali sebagai pusat layanan kesehatan unggulan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*