Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang aktif mendorong tercapainya gencatan senjata menyampaikan pesimisme menjelang perundingan. Delegasi Rusia hanya diwakili pejabat level rendah, sementara tensi verbal dengan Ukraina terus memanas jelang pembahasan.
“Kami harus realistis. Saya tidak yakin akan ada hasil besar besok,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pernyataannya kepada media di Turki, usai menghadiri pertemuan NATO, Kamis (15/5).
Rubio menyoroti bahwa Moskow tidak mengirimkan perwakilan setingkat harapan internasional. Ia juga menegaskan kembali pentingnya komunikasi langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendorong terwujudnya solusi konkret.
“Saya ingin terbukti salah, dan berharap besok ada kemajuan luar biasa. Namun secara realistis, saya rasa kemajuan baru akan terlihat jika Trump dan Putin duduk langsung dan menyepakati arah perundingan,” tambah Rubio, seperti dikutip AFP, Jumat (16/5/2025).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun menyampaikan nada serupa. Ia mengaku tidak mengharapkan hasil signifikan dari pertemuan kali ini, karena menurutnya Rusia belum menunjukkan itikad serius untuk menyelesaikan konflik.
Zelensky, yang hadir langsung di Turki, telah bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Kamis (15/5). Dalam konferensi pers usai pertemuan, ia menegaskan bahwa Ukraina mengirimkan delegasi tingkat tinggi sebagai bentuk penghormatan kepada Erdogan dan Presiden Trump, bukan karena yakin Rusia akan berkomitmen.
“Rusia tidak serius menanggapi negosiasi ini. Namun kami tetap menghormati mediasi Turki dan AS,” ujar Zelensky.

Leave a Reply