Trump Kenakan Tarif 50% untuk Impor Uni Eropa, Pasar Global Terguncang

presiden amerika, donald trump. (Foto: istimewa)

‎JOSS.CO.ID, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan global setelah mengumumkan kebijakan baru terkait perang dagang. Pada Jumat (23/5) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa mulai 1 Juni 2025, pemerintah AS akan memberlakukan tarif impor sebesar 50% terhadap produk dari Uni Eropa.
‎
‎Tak hanya itu, Trump juga mengancam akan mengenakan bea masuk 25% untuk seluruh iPhone impor, termasuk yang dibeli oleh konsumen di Amerika Serikat. Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial tersebut langsung mengguncang pasar internasional.
‎
‎Pasar saham global merespons negatif. Indeks utama di bursa AS dan Eropa anjlok tajam, sementara nilai tukar dolar AS melemah. Di sisi lain, harga emas melonjak karena kembali dilirik sebagai investasi safe haven. Imbal hasil Treasury AS juga turun, mencerminkan kekhawatiran pasar atas potensi perlambatan ekonomi akibat kebijakan tersebut.
‎
‎Indeks STOXX 600 Eropa sempat turun hingga 2,16% ke level 537,39 poin, sementara indeks nasional seperti FTSE MIB Italia, DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan IBEX 35 Spanyol juga melemah lebih dari 2%. DAX bahkan menyentuh titik terendah dalam dua minggu terakhir, di angka 23.325,5 poin.
‎
‎Analis senior City Index, Fiona Cincotta, menyebut ancaman terbaru ini lebih buruk dari yang diperkirakan pasar.

“Pernyataan Trump menandai kembalinya ketegangan perang dagang secara nyata,” katanya, Minggu (25/5).
‎
‎Trump menegaskan bahwa Uni Eropa telah berlaku tidak adil terhadap Amerika, terutama dalam pembatasan produk otomotif asal AS.

“Saya hanya ingin bermain sesuai cara yang saya tahu,” ungkapnya.
‎
‎Ia juga menegaskan tidak berniat menegosiasikan ulang keputusan tarif tersebut. “Kesepakatan kami jelas: 50% tarif, kecuali mereka membangun pabrik di sini,” tambahnya.
‎
‎Kepala Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, menanggapi dengan menyerukan pentingnya hubungan dagang yang saling menghormati. Ia mengatakan Komisi Eropa tetap berkomitmen mencari solusi menguntungkan kedua pihak. Perdana Menteri Belanda, Dick Schoof, menyatakan Uni Eropa kemungkinan akan memandang kebijakan ini sebagai bagian dari strategi negosiasi AS.
‎
‎Tarif baru ini diperkirakan akan meningkatkan harga barang konsumen di AS, termasuk mobil Jerman dan minyak zaitun Italia. Uni Eropa mencatat total ekspor ke AS tahun lalu mencapai 500 miliar euro (sekitar US$566 miliar), dengan Jerman menyumbang ekspor terbesar senilai 161 miliar euro, disusul Irlandia dan Italia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*