Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Pekalongan Latih 1.320 Peserta Melalui Program Pelatihan Kerja

Ilustrasi para pejuang pencari kerja (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggencarkan program pelatihan kerja untuk 1.320 peserta sebagai langkah strategis menurunkan tingkat pengangguran di wilayah tersebut. Program ini menyasar lulusan SMA dan SMK yang mendominasi angka pengangguran di kota batik itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani, menyebutkan bahwa saat ini tingkat pengangguran di daerahnya mencapai 4,91 persen atau sekitar 9.000 orang dari total angkatan kerja.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat, terutama para lulusan sekolah menengah, dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Harapannya, mereka bisa segera terserap ke lapangan pekerjaan,” ujar Betty saat ditemui di Pekalongan, Selasa (20/5).

Program pelatihan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran sebesar Rp4,30 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan di berbagai unit pelaksana pelatihan yang tersebar di kota Pekalongan.

Adapun rincian pelaksana dan peserta pelatihan sebagai berikut:

1. 27 kelurahan masing-masing menyelenggarakan 1 paket pelatihan untuk 20 peserta,

2. Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan mengadakan 20 paket pelatihan, setiap paket diikuti oleh 16 peserta,

3. Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) menyelenggarakan 9 paket pelatihan untuk masing-masing 20 orang,

4. Balai Latihan Kerja Komunitas menyediakan 1 paket pelatihan dengan 20 peserta,

5. Mitra Pelatihan Swasta (MPS) menggelar 15 paket pelatihan, masing-masing untuk 20 peserta.

Betty menambahkan bahwa pelatihan tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Pemerintah ingin memastikan para pencari kerja mendapatkan keahlian praktis dan siap pakai di dunia kerja.

“Dengan program yang melibatkan berbagai lembaga pelatihan ini, kami berharap peserta bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri. Ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan angka pengangguran di Pekalongan,” tegasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*